Tips Jitu Atur Uang untuk Generasi Milenial Agar Masa Depan Cerah

Tips Jitu Atur Uang untuk Generasi Milenial Agar Masa Depan Cerah
UANG | 15 Juli 2020 06:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mengatur keuangan sangat penting untuk dilakukan dengan niat dan usaha yang keras agar keuangan tetap stabil. Hal ini juga sudah bisa dilakukan sejak dini, sehingga ketika seseorang sudah dewasa akan lebih lihai dalam mengatur keuangan.

Terutama untuk generasi milenial, mengatur keuangan menjadi suatu tantangan. Generasi milenial begitu produktif dan paling banyak menghasilkan uang. Namun sayang, keuangan generasi ini cenderung begitu kacau dan boros.

Dilansir dari laman Thrive Global, baru-baru ini survei Insider dan Morning Consult menyatakan hampir sepertiga dari generasi milenial sangat buruk keuangannya dibandingkan 10 tahun lalu.

Berikut 12 tips manajemen uang atau keuangan yang efektif bagi generasi muda atau milenial, dilansir dari laman Freemalaysiatoday.com.

1 dari 3 halaman

1. Aplikasi manajemen uang

manajemen uang

Buat alikasi manajemen uang, seperti pengeluaran, melacak dan menghitung setiap rupiah yang dihabiskan. Kalian juga dapat menghubungkannya ke rekening bank pribadi,untuk menghasilkan laporan pengeluaran pribadi bulanan yang terperinci.

Laporan semacam itu membantu dalam penyusunan anggaran dan mengetahui ke mana perginya uang selama ini.

2. Ikuti aturan 50-20-30

Bagilah pendapatan setelah pengurangan pajak menjadi 3 kelompok kebutuhan, yakni gaya hidup dan masa depan. Setengah dari pendapatan masuk ke pos kebutuhan untuk keperluan, seperti pengeluaran rumah tangga dan pembayaran pinjaman.

Sekitar 20 persen lainnya untuk kumpulan masa depan, seperti tabungan atau investasi. Sementara 30 persen sisanya, untuk biaya gaya hidup atau hal-hal menyenangkan seperti belanja, perjalanan, dan keanggotaan gym.

3. Nikmati hal-hal yang mendatangkan kepuasan

Selalu bekerja dan tidak memberi waktu bersenang-senang bisa membuat diri menjadi pribadi yang membosankan. Jangan mengorbankan hal-hal yang membawa kegembiraan. Seperti membeli novel baru dari penulis favorit atau memperlakukan diri sendiri untuk menikmati makanan yang lezat.

Tetapi belanjakan uang dengan bijak. Tuliskan hal-hal yang membawa kepuasan dalam urutan paling penting hingga paling tidak penting.

4. Pikirkan masa depan

Selama usia dua puluhan, mungkin kalian merasa terlalu dini untuk merencanakan kehidupan di usia 60-an, tetapi itu tidak benar. Alangkah bijaksananya jika kalian mau memulai perencanaan pensiun pada usia dua puluhan. Kalian harus menyisihkan cukup uang agar terus tumbuh demi masa pensiun yang nyaman.

2 dari 3 halaman

5. Simpan kelebihan uang saku

kelebihan uang saku

Biasakan untuk menyimpan sisa uang tunai harian dalam sebuah celengan. Bahkan jika itu hanya Rp 1.000. Satu rupiah saja dapat membantu meningkatkan dana darurat, terutama menjelang akhir bulan sebelum gaji berikutnya masuk.

Menyimpan uang dengan rutin setiap harinya selama setahun, maka kalian bisa menginvestasikan uang hasil kelebihan uang saku agar bisa menghasilkan pendapatan lebih.

6. Atur transfer otomatis

Menyiapkan transfer otomatis, dengan menyisihkan 15 persen hingga 20 persen gaji adalah langkah baik. Karena Anda memberi satu kontrol lebih besar atas pengeluaran. Transfer otomatis dapat diatur untuk rekening tabungan, sehingga orang tidak perlu ingat untuk melakukannya secara manual setiap bulan.

7. Bicarakan masalah uang dengan pasangan

Penting bagi pasangan yang sudah menikah untuk jujur satu sama lain dalam masalah uang, baik itu pengeluaran pribadi atau rumah tangga. Bersikap terbuka satu sama lain tentang kredit, pendapatan, dan utang. Jika keduanya berada dalam kesulitan keuangan, yang terbaik adalah menemukan solusi yang bisa diterapkan bersama.

Jika bantuan profesional dari pihak ketiga netral diperlukan, bekerja dengan perencana keuangan berlisensi dapat membantu.

8. Memiliki dana darurat

Memiliki dana darurat penting untuk membawanya secara finansial melalui situasi yang tidak terduga. Mulailah membangun dana darurat yang memadai ketika masih muda.

3 dari 3 halaman

9. Ketahui skor kredit

skor kredit

Skor kredit dievaluasi berdasarkan jumlah pinjaman dan kartu kredit yang dimiliki seseorang, dan seberapa konsisten kalian melunasinya. Ini adalah analisis mendalam tentang utang dan kemampuan pembayaran sementara memantau jika pembayaran penting telah terjawab.

10. Miliki hanya satu kartu kredit

Simpan hanya satu kartu kredit dan gunakan hanya ketika tidak ada uang tunai. Simpan satu kartu kredit yang memiliki riwayat kredit terpanjang yang baik dengan dan batalkan yang lainnya.

11. Buat daftar belanja

Buat daftar belanja sebelum berbelanja, apakah itu di toko offline atau online. Ini membantu menghindari pengeluaran berlebihan atau pengeluaran untuk barang-barang yang tidak perlu.

Jangan mudah terpancing untuk membeli barang yang dijual murah, atau lebih tepatnya pada barang yang tidak dibutuhkan. Simpan daftar hal-hal yang perlu di restart segera dan barang-barang yang sudah dicari dan dibutuhkan banyak orang.

12. Minta kenaikan gaji

Menurut penelitian, 20 persen wanita tidak pernah meminta kenaikan gaji. Bahkan mereka yang melakukannya masih dibayar 30 persen lebih rendah daripada pria yang melakukan tugas yang sama.

Berani dan angkat bicara tentang kenaikan gaji, terutama mereka yang telah bekerja untuk majikan yang sama setidaknya selama tiga tahun. Dengan perencanaan yang cermat sejak usia dini, kenyamanan seseorang di masa depan dapat terjamin.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
5 Pembicaraan Seputar Keuangan Wajib Dibahas Pasangan Sebelum Putuskan Menikah
Inovasi Baru Bisnis Barbershop dengan Model Franchise
Tak Perlu Gelar Sarjana, 10 Pekerjaan Ini Paling Dibutuhkan di Dunia
Hindari Kesalahan Ini Ketika Mencari Pekerjaan Selama Pandemi
Anda Baru Punya Anak, Ini 5 Tips Jitu Cara Atur Keuangan
Cara Mudah Memulai Perencanaan Keuangan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami