Tips Kelola Keuangan Keluarga Saat Pandemi, Khususnya Terkait Utang

Tips Kelola Keuangan Keluarga Saat Pandemi, Khususnya Terkait Utang
ilustrasi pasangan bertengkar karena uang. © kiplinger.com
EKONOMI | 23 Juli 2021 08:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Virus corona atau Covid-19 di Indonesia telah menyebabkan lebih dari 70.000 orang meninggal dunia. Di antara mereka bisa jadi tulang punggung di keluarga. Cepatnya tingkat penyebaran varian baru virus ini harus diantisipasi oleh setiap individu, termasuk konsekuensinya dalam hal keuangan rumah tangga.

Kehilangan pencari nafkah di keluarga secara mendadak kerap kali membuat anggota keluarga yang ditinggalkan mengalami kebingungan secara ekonomi. Rahasia keuangan rumah tangga yang disimpan oleh pencari nafkah membuat harta yang dimiliki tidak bisa diakses, sementara seringkali tagihan utang berdatangan.

Penasihat untuk Wealth and Asset Management Indonesia (WAM Indonesia), Legowo Kusumonegoro mengatakan, keterbukaan keuangan menjadi semakin penting di tengah pandemi yang semakin mengganas.

Dalam rumah tangga, terkadang suami dan istri tidak bicara secara terbuka soal keuangan. Ada rahasia keuangan yang disimpan dari pasangan. Terkadang suami atau istri memilih untuk bercerita ke saudara atau teman dekat.

Tidak transparannya pengelolaan harta dan utang dapat semakin diperburuk dengan pengambilan utang yang tidak perlu persetujuan pasangan, misalnya kredit tanpa agunan (KTA), pinjaman online (pinjol), atau utang kartu kredit. Di masa pandemi yang mengganas, sikap tertutup dalam hal keuangan rumah tangga akan membawa dampak serius ketika salah satu pihak meninggal dunia.

"Setiap rumah tangga sebaiknya siap mengantisipasi keadaan yang terburuk di tengah pandemi," ujarnya di Jakarta, Kamis (22/7).

Baca Selanjutnya: Keterbukaan Solusi Kunci...

Halaman

(mdk/bim)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami