Tips Pinjam Uang di Fintech agar Tak Terbelit Masalah Keuangan

UANG | 24 Mei 2019 19:13 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Maraknya fintech yang beroperasi di Indonesia, termasuk fintech liar yang tidak terdaftar menjadi ketakutan tersendiri di masyarakat. Oleh karena itu, salah satu fintech peer to peer lending, Do-It yang telah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggiatkan penyuluhan pada masyarakat agar dapat memanfaatkan dana pinjaman yang diperoleh dengan baik dan bijak.

"Sebelum meminjam, masyarakat harus memastikan perusahaan tersebut resmi terdaftar di OJK," kata Direktur Do-It, Kadi di Jakarta, Kamis (24/5).

Dalam penyuluhan ini, Do-It selalu memberikan tips pinjam dana di fintech secara aman, bijak dan bertanggungjawab. Sehingga masyarakat semakin produktif dan terhindar dari masalah keuangan.

Salah satu saran ke masyarakat yaitu memahami batas biaya pinjaman adalah 0,8 persen per hari. Hal ini sejalan dengan aturan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) yang diumumkan bulan Maret lalu.

Do-It sendiri menawarkan pinjaman dengan mengenakan biaya sebesar 0,8 persen per hari sesuai ketetapan tersebut. Hal ini sejalan dengan komitmen untuk senantiasa patuh pada regulasi yang ditetapkan OJK maupun aturan dari AFPI serta visi untuk mensejahterakan masyarakat Indonesia.

"Selain batas biaya pinjaman, kami selalu berupaya agar proses pinjaman di Do-It berlangsung transparan dan jelas, termasuk pemberian informasi hak dan kewajiban pengguna di awal," lanjut Kadi.

Saat ini, Do-It sudah menetapkan consumer hotline, sehingga nasabah yang memiliki pertanyaan dan keluhan dapat langsung menghubungi. Meski berdampak pada penambahan biaya operasional, Do-It tetap lakukan demi kepentingan nasabah. Hal ini dilakukan sesuai komitmen untuk memberdayakan dan memajukan masyarakat, terutama kelompok masyarakat produktif yang belum tersentuh layanan keuangan.

"Kami ingin agar nasabah bisa terhindar dari masalah keuangan, maka itu dianjurkan agar seluruh pinjaman digunakan dengan bijak, sebaliknya kami juga berkomitmen untuk selalu memberikan pelayanan yang baik dan beretika termasuk penetapan biaya pinjaman, jangka waktu pelunasan, dan hal lain sesuai regulasi dan aturan yang berlaku," tegas Kadi.

Semangat tersebut juga dibuktikan oleh upaya Do-It yang aktif mengadakan edukasi finansial pada masyarakat. Khusus di bulan Ramadan sudah diadakan sejumlah acara di Jawa maupun Sulawesi, yang diikuti lebih dari 400 peserta termasuk wanita pengelola UMKM, pelajar di Depok hingga kelompok petani di Manado, dengan tujuan mendukung mereka dalam mendapatkan dan memanfaatkan dana secara produktif.

Baca juga:
Perjalanan Bisnis Vishal Tulsian Membangun Tunaiku, Fintech Pertama di Indonesia
DANA Bantu Salurkan Dana Masyarakat untuk Berzakat
Selama 2 Tahun, AFPI Gelontorkan Pinjaman Hingga Rp33 Triliun
Masyarakat Makin Ramai Pinjam Uang Lewat Fintech Jelang Lebaran
Lika Liku Investree Hingga Dapatkan Izin Usaha Fintech dari OJK
Bisnis Penjualan Pulsa Diyakini Masih Akan Terus Tumbuh

(mdk/idr)