Tito Karnavian: Angka Pengangguran Indonesia Setara Penduduk di Satu Negara

Tito Karnavian: Angka Pengangguran Indonesia Setara Penduduk di Satu Negara
UANG | 20 Februari 2020 15:53 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian menyebut tingginya pertumbuhan penduduk Indonesia dari tahun ke tahun membuat angka pengangguran semakin gemuk. Tercatat, hingga saat ini angka pengangguran masyarakat Indonesia mencapai sekitar 7 juta jiwa.

"Yang nganggur 7 juta lebih. 7 juta itu (setara) lebih dari satu negara itu," kata Tito dalam Rakornas Investasi 2020, di Jakarta, Kamis (20/2).

Tingginya angka pengganguran ini kerap memicu tindakan negatif. Mulai dari begal, penipuan, hingga konflik sosial. Oleh karenanya, pertumbuhan penduduk tersebut harus ditangkap sebagai peluang dalam memberikan mereka pekerjaan sehingga produktif.

"Kalau mereka nganggur yang terjadi bukan bonus demografi, tapi bencana demografi. Karena nganggur, nggak ada kerjaan lain, apa saja dikomenin, masuk grup ini, masuk grup itu. Itu kita lihat. Saya punya saudara yang termasuk agak keras di sana. Padahal saya tahu dia nggak radikal, dalam pemahaman ideologi dia nggak radikal. Tapi kok terlihat radikal sekali kalau di medsos. Setelah saya pelajari, nganggur ternyata," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Data BPS

rev2

Sebelumnya Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pengangguran pada Agustus 2019 sebesar 7,05 juta orang. Angka ini naik sebesar 50.000 orang dari tahun lalu di periode yang sama mencapai 7 juta orang. Namun, secara persentase, angka pengangguran turun menjadi 5,28 persen dari Agustus 2018 sebesar 5,34 persen.

Sementara, 126,51 juta orang adalah penduduk bekerja. Di mana, jumlah angkatan kerja adalah 133,56 juta orang. Jumlah angkatan kerja ini naik sebesar 2,55 juta orang.

"Sejalan dengan naiknya angka angkatan kerja, maka Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) juga meningkat dari waktu ke waktu," kata Kepala BPS, Suhariyanto, di Kantornya, Jakarta, Selasa (5/11). (mdk/idr)

Baca juga:
Penganggur Muda Dikhawatirkan Tak Tertarik Ikut Program Kartu Pra Kerja
Moeldoko Tegaskan Kartu Prakerja Bukan Beri Gaji Pengangguran
Pelatihan Program Kartu Prakerja Harus Sesuai Kebutuhan Industri
Pemerintah Pastikan Tak Ada Balai Pelatihan 'Abal-Abal' Bagi Penerima Kartu Prakerja
Mulai Disebar April 2020, Kartu Prakerja Tahap Pertama untuk Jabodetabek dan Jabar
Menkum HAM: Tanpa Omnibus Law, Sulit Hadapi 7 Juta Pengangguran

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami