Tol Bogor Outer Ring Road Seksi III A Dibuka, Tarif Naik Rp4 Ribu

Tol Bogor Outer Ring Road Seksi III A Dibuka, Tarif Naik Rp4 Ribu
Tol Bogor Outer Ring Road Seksi III A. Istimewa
UANG | 20 Januari 2021 20:24 Reporter : Rasyid Ali

Merdeka.com - Pemerintah Kota Bogor memastikan Jalan Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) Seksi III A Simpang Yasmin-Kayu Manis dibuka pada akhir Januari 2021. Rencananya akan ada penyesuaian tarif saat tol ini dibuka.

Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim menjelaskan, sempat ada penundaan untuk pengoperasian jalan tol tersebut. Salah satunya soal pembahasan kenaikan tarif dan beberapa kendala yang dihadapi PT Marga Sarana Jabar (MSJ) selama proses pembangunan.

"Karena ada investasi yang cukup besar dalam proses pembangunan Tol BORR Seksi III A, maka kenaikan tarif menjadi konsekuensi," kata Dedie usai rapat pembahasan pembukaan Tol BORR Seksi III di Balai Kota Bogor, Rabu (20/1).

Saat ini tarif Tol BORR Seksi 3 A mulai dari ruas Sentul Selatan-Simpang Yasmin sebesar Rp10 ribu. Dengan adanya penambahan jarak 2,5 kilometer hingga Salabenda, maka akan ada penambahan tarif sekitar Rp4 ribu. Tarif tersebut, kata Dedie, telah disetujui Kementerian PUPR dan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT).

"Jadi tarif Tolnya kurang lebih Rp14 ribu. Bagi masyarakat yang biasa menggunakan jalan tol tersebut, kenaikan tarif tol yang ada bisa dipahami mengingat nilai investasi yang cukup tinggi yang berdampak langsung pada pembebanan kepada pengguna jalan tol," kata dia.

Sementara Direktur Utama PT MSJ, Dedi Krisnariawan Sunoto menjelaskan, pihaknya sempat terkendala soal pembebasan lahan saat pembangunan. Selain itu, biaya konstruksi dalam pembangunan pun cukup besar, sehingga dia berharap pengguna jalan bisa memahami.

"Saya kasih contoh, harga pembangunan jalan tol per kilometernya adalah hampir Rp600 miliar. Jadi untuk 2,85 kilometer, kurang lebih menghabiskan dana sebesar Rp1,66 triliun," sebutnya.

Penetapan tarif Rp14 ribu merupakan hasil dari kajian beberapa aspek, di antaranya pertimbangan kemampuan dan kemauan membayar dari pengguna jalan tol serta pertimbangan pengembalian dana pinjaman yang dilakukan pihak PT MSJ.

Dengan tarif tersebut, pihaknya mengaku akan mengalami defisit terlebih dahulu untuk beberapa tahun ke depan, sambil berharap adanya pertumbuhan lalu lintas mengingat akan adanya bangkitan-bangkitan dampak pembangunan jalan tol baru, yang menyambungkan hingga ke Jakarta melalui Antasari.

"Jalan tol adalah jalan alternatif bukan jalan utama atau bukan sebaliknya. Alternatif agar lebih cepat dan lebih lancar," jelasnya.

Tol BORR kata dia, menyisakan satu tahapan yakni ke Salabenda dengan perkiraan jarak sejauh 2,5-3 kilometer. PT MSJ tahun 2021 telah membuat beberapa tahapan, mulai dari prinsip desain, kebutuhan bahannya, penetapan lokasi dan lainnya. Kesepakatan dengan BPJT ditargetkan pada tahun 2023 terkoneksi dengan Antasari. (mdk/cob)

Baca juga:
Penyesuaian Tarif Tol JORR
Kenaikan Tarif Sejumlah Ruas Tol di Tengah Pandemi Dinilai Tak Tepat
Kenaikan Tarif Tol Dinilai Tak Bebani Masyarakat
Daftar Lengkap Ruas Tol yang Mengalami Kenaikan Tarif Mulai Hari Ini
Tarif Jalan Tol Kanci-Pejagang Akan Naik per 17 Januari, Ini Kata Pengelola
Tarif Tol JORR S dan Akses Priok Naik per 17 Januari 2021

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami