Tol Ditarget Selesai Desember 2019, Sidoarjo - Gresik Bisa Ditempuh 38 Menit

UANG | 21 November 2019 17:06 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Proyek Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM) dengan nilai kontrak sebesar Rp3,51 triliun yang membentang sepanjang 38,29 Km mulai dari Sidoarjo sampai Gresik ditargetkan tuntas pada Desember 2019 mendatang. Harapannya, pada Januari 2020 mendatang tol tersebut dapat dioperasionalkan secara penuh untuk masyarakat.

Direktur Pemasaran PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP), Agus Wantoro mengatakan, progres pembangunan proyek nasional jalan tol ini sudah mencapai rata-rata 85 persen mendekati selesai. Dalam proyek ini, ada 4 seksi yang sedang dikerjakan. Namun, pihaknya hanya menangani 3 seksi saja, yakni seksi 2, 3, 4 sepanjang 19 Km.

Proyek pembangunan jalan tol hingga pertengahan November, progres pembangunannya untuk seksi II sudah mencapai 99,46 persen, Seksi III mencapai 99,78 persen, dan Seksi IV mencapai 61,34 persen.

"Kalau dirata-rata ya sekitar 85 persenan mendekati selesai," ujarnya, Kamis (21/11).

Dia menambahkan, dalam proyek tol seksi 2 dan 3 diperkirakan sudah terselesaikan pada akhir Desember nanti. Dia mengaku mendengar informasi jika nantinya tol tersebut akan diresmikan langsung oleh Presiden Jokowi.

"Untuk (jalan tol) seksi 4, masih tahun depan, karena ada kendala pada pembebasan lahan yang belum terselesaikan. Mudah-mudahan 2020 nanti sudah selesai," tambahnya.

1 dari 1 halaman

Beri Dampak Ekonomi

Dengan selesainya tol KLBM ini, dirinya meyakini akan memiliki dampak ekonomi yang luar biasa. Sebab, jika biasanya Sidoarjo Gresik utamanya kawasan Industri ditempuh setidaknya 2 hingga 3 jam, maka dengan adanya tol yang memotong ini, akan lebih cepat menjadi sekitar 38 menit.

"Jalan tol ini kan jalan tol yang strategis sekali. Karena masuk Kawasan Industri dari Sidoarjo ke Gresik. Kemudian di ujung jalan tol nanti ketemu Kawasan Industri namanya JIPEE. Nah di situ juga ada pelabuhan jadi ini merupakan akses logistik di daerah Jawa Timur Jadi ini cukup strategis dan sangat akan menopang ekonomi Jawa Timur. Jarak 38 kilo dengan kecepatan normal kan sekitar 38 menit kalau sebelumnya sekitar 2 sampai 3 jam," tegasnya.

Soal kendala pembebasan lahan pada tol seksi 4, dia percaya jika hal itu akan rampung sesuai dengan waktunya. Sebab, masyarakat Jatim dipercayainya cukup kooperatif ikut membantu pembangunan proyek nasional ini.

"Kalau dari konstruksi sendiri kita pabrik siap. Kita ada pabrik di Prambon yang sudah siap produksi. Sekarang kita sudah membuat stok untuk membangun seksi 4. Jadi nanti begitu dimulai dan lahannya sudah bebas bisa langsung bekerja dan harapannya akhir tahun perkara pembebasan lahan juga sudah bisa diselesaikan. Masyarakat Jawa Timur cukup kooperatif dalam membantu kita untuk membangun proyek strategis nasional," ungkapnya. (mdk/idr)

Baca juga:
Daftar 4 Ruas Tol yang Pemerintah Tawarkan ke Swasta, Termasuk Proyek Yogya-Solo
Kemenhub Ingin Tak Ada Perbedaan Tarif Tol Layang Jakarta-Cikampek
Tarif Tol Jagorawi Akan Naik
Tol Yogyakarta-Solo Telan Biaya Rp25 T, Target Mulai Dibangun 2021
Perubahan Tarif Tol Makassar Berlaku Mulai 22 November 2019
Melihat Taman Betawi di Kolong Tol Joglo
Tol Balikpapan-Samarinda Ditarget Berfungsi Operasional Saat Libur Natal