Tol Langit Dongkrak Peringkat Kecepatan Internet Indonesia ke Posisi 94 Dunia

UANG | 13 Agustus 2019 19:19 Reporter : Yayu Agustini Rahayu

Merdeka.com - Direktur Re-Industrialisasi Ikatan Alumni - Institut Teknologi Bandung (IA-ITB), Achmad Rizal, menyebutkan tol langit di Indonesia harus dibangun dengan baik. Sebab, tol langit merupakan infrastruktur penting bagi digital Indonesia agar koneksi internet dapat semakin cepat.

"Bicara tentang koneksi internet, kecepatan internet Indonesia pada tahun 2018 berada di peringkat 108 dunia dengan rata-rata kecepatan 10,53 mbps," kata dia dalam acara diskusi Indonesianisme Summit 2019, di JCC, Jakarta, Selasa (13/8).

Tol langit ini merupakan bagian dari proyek Palapa Ring yang sudah hampir rampung dibangun khususnya di Indonesia bagian timur. Proyek senilai Rp 7,7 triliun ini ditargetkan selesai pada 2019 ini.

Konektivitas Palapa Ring yang dipopulerkan dengan tol langit ini memastikan bahwa seluruh Indonesia termasuk ke daerah terluar dan terdalam sekalipun, akan mampu dijangkau oleh koneksi internet supercepat dengan kecepatan minimal 30 mbps sehingga peringkat kecepatan Internet Indonesia dapat naik.

"Ini akan naik peringkat ke posisi 94 dengan rata-rata kecepatan internet 15,52 mbps. Kecepatan internet ini memang masih jauh jika dibandingkan dengan Singapura yang berada di peringkat pertama dengan kecepatan 190,94 mbps," ujarnya.

Mega proyek Palapa Ring ini, menurut Achmad Rizal, secara positif akan memungkinkan pergerakan ekonomi digital Indonesia. Selain sebagai penyambung komunikasi internet antar-daerah secara cepat dan real time, tersambungnya seluruh daerah Indonesia dalam jaringan telekomunikasi akan membuat seluruh sektor kehidupan menjadi lebih mudah dan lebih cepat.

"Akses internet yang memadai akan bisa meningkatkan ekonomi digital secara positif. Para teknopreneur harus bisa mengambil manfaat dari pengembangan ekonomi digital ini," tutupnya.

Baca juga:
RUU Perlindungan Data Pribadi Rencanakan Penjara 10 Tahun Bagi Pelaku
5 Pemilik Website Terkaya di Dunia
Kemenkominfo Klaim Buka Akses Internet Hingga Desa Perbatasan
Dari Laptop, Acer Kini Pasarkan Solusi Internet of Things di Indonesia
Listrik Mati, APJII sebut Kerugian Ekosistem Internet Lebih Besar daripada PLN
Kemenkominfo Imbau Masyarakat Tidak Mudah Percaya di Internet
Harus Ada Aturan Jika Operator Seluler Asing Jualan Produk di Indonesia

(mdk/bim)