Tol Laut Belum Turunkan Harga, Menhub Budi Akan Tindak Tengkulak Nakal

UANG | 28 April 2019 19:00 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tengkulak yang selama ini membuat harga-harga barang tidak turun meskipun sudah ada Tol Laut. Ia mengaku akan melibatkan beberapa unsur untuk membuat para tengkulak itu menurunkan harganya.

"Kita subsidi angkutannya harganya turun. Bahwa sebagian belum turun ya emang ada masalah-masalah teknis yang mesti kita selesaikan," ujar Menhub Budi usai menghadiri acara Doa Bersama dan Syukuran atas Terlaksananya Pemilu Damai 2019 oleh Masyarakat Cinta Masjid (MCM) di Jalan Widya Chandra X, Jakarta, Minggu (28/4).

"Penyelesaiannya kita turun. Kita libatkan masyarakat. Kita libatkan koorporasi, kita libatkan pemda daerah, menindak tengkulak supaya harga turun," sambungnya.

Tol Laut sendiri merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) empat tahun lalu. Tujuannya supaya setaranya harga-harga di seluruh wilayah Indonesia.

Sebelumnya, MCM menggelar acara Doa Bersama dan Syukuran atas Terlaksananya Pemilu Damai 2019. Menhub Budi merupakan Ketua Dewan Pembina MCM Indonesia.

Dalam acara tersebut Menhub Budi menyampaikan, bahwa MCM merupakan suatu bentuk upaya untuk memberdayakan masyarakat Muslim pada khususnya.

"Merupakan agen untuk memberdayakan mayarakat masjid. Masyarakat masjid yang tidak semuanya beruntung yang tidak beruntung kita brikan peberdayaan ekonomi mikro," tuturnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Yopi Makdori (mdk/azz)

Baca juga:
Ekonom Beberkan Alasan Tol Laut Belum Efektif Turunkan Harga Barang
Penguatan Tol Darat dan Laut Bakal Mampu Tekan Disparitas
TKN Jokowi Tegaskan Kombinasi Jalan Tol dan Pelabuhan Efektif Tekan Biaya Logistik
Faisal Basri: Dibanding Bangun Tol, Lebih Baik Benahi Transportasi Laut
Waskita Karya Siap Bangun Tol Atas Laut Dalam di Balikpapan
Faisal Basri Sebut Tol Laut Hanya Omong Kosong
Menhub Budi pastikan 100 kapal layani program tol laut hingga akhir 2018

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.