Tol Layang Jakarta - Cikampek Mulai Uji Beban, Begini Hasilnya

UANG | 24 September 2019 13:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memulai proses uji beban pada proyek Tol Layang Jakarta-Cikampek (Japek) II atau Tol Japek II Elevated pada Senin (23/9) malam. Proses uji beban ini akan berlangsung hingga Oktober, untuk kemudian target dioperasikan pada November 2019.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, uji beban yang dilakukan Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) ini dibagi dalam dua fase, yakni uji dinamis dan uji statis. Proses pengujian dilakukan dengan menggunakan 16 truk dengan beban berat sekitar 26 ton.

"Hasilnya tadi pertama dari segi lendutan, ternyata ini lebih kaku, jadi lebih baik. Secara umum, untuk ruas ini safe. Ini sudah diuji jadi sudah laik fungsi untuk ruas ini," ungkap dia saat meninjau proses pengujian di Km 39 A arah Cikampek, seperti dikutip Selasa (24/9).

Secara hasil, struktur lebih kaku lantaran girder terbuat dari baja yang memiliki karakter bisa diperbaiki jika terjadi kesalahan. Menurutnya, hal itu tidak bisa dilakukan jika struktur atau girder terbuat dari bahan beton.

"Kalau beton kalau salah, sudah, selesai. Tapi kalau baja, misal ada sedikit kalau tidak pas, dia lebih lembek, pasti ada caranya untuk membuat kaku. Tapi Alhamdulillah ini lebih kaku dari lendutannya. Jadi lebih baik," tutur dia.

Dengan demikian, Menteri Basuki optimis proses uji beban bisa berlangsung lancar sampai akhir Oktober, untuk kemudian Tol Layang Japek II bisa mulai dioperasikan satu bulan setelahnya. "Rencana kita untuk mengoperasikan November Insya Allah bisa kita lakukan," sambungnya.

1 dari 1 halaman

Tol Layang Jakarta - Cikampek Tak Boleh Dilewati Truk

Berdasarkan hasil uji coba, Tol Japek II Elevated sebenarnya mampu menampung beban kendaraan besar seperti truk pada saat beroperasi nanti. Namun, ruas tol ini dibuat khusus untuk kendaraan Golongan I dan II saja, yang kerap terjebak kepadatan lalu lintas oleh keberadaan truk-truk besar di Jalan Tol Jakarta-Cikampek eksisting.

"Ini nanti untuk Golongan I dan II. Walaupun tadi dicek, ini pasti strukturnya mampu untuk dilewati truk. Kalau itu tadi kan (pas uji coba) golongan IV dan V, jadi mampu. Tapi secara management trafiknya dia naiknya pelan, antri kabeh," tukas dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com (mdk/idr)

Baca juga:
Jokowi Targetkan Tol Layang Cikampek Bisa Dilewati Saat Natal dan Tahun Baru
Mengintip Kesiapan Jakarta-Cikampek II, Tol Layang Terpanjang di Indonesia
Jumlah Truk Kelebihan Muatan di Tol Cikampek Berkurang 30 Persen
Menhub Budi Masih Kaji Pelarangan Truk Tak Kelebihan Muatan di Tol Layang Cikampek
Lewat Tol Layang Cikampek, Jakarta-Bandung Bisa Ditempuh Hanya 3 Jam
Ini Keunggulan Aspal Bahan Karet Dipakai di Tol Layang Jakarta-Cikampek

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.