Tol Yogyakarta-Solo Telan Biaya Rp25 T, Target Mulai Dibangun 2021

UANG | 19 November 2019 09:07 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Proyek pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Solo diperkirakan akan menelan investasi sebesar Rp25 triliun dengan pembiayaan bersumber dari dalam negeri tanpa investor asing. Pengerjaan konstruksi jalan tol yang melintasi wilayah Yogyakarta ditargetkan mulai 2021 hingga 2024.

"Semua investasi dari dalam negeri tanpa menggandeng investor asing. BUMN kita sudah mampu," kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Yogyakarta-Bawen dan Yogyakarta-Solo, Wijayanto, seperti dikutip dari Antara usai acara sosialisasi di Sleman, kemarin.

Proyek yang pemrakarsanya dipegang PT Adhi Karya (Persero) masih dalam proses lelang. Sementara, tahap pembebasan lahan ditarget selesai pada tahun 2020. "Pengadaan tanah diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp5 triliun," katanya.

Dia mengatakan, jika tidak ada keberatan dari warga, pembayaran ganti untung dilakukan dalam jangka waktu 14 hari namun tergantung kelengkapan dokumen. "Setelah penetapan lokasi turun, akan ada sosialisasi tentang pematokan. Tujuannya untuk memperoleh data siapa saja yang pasti kena," katanya.

Menurut dia, tim dari Badan Pertanahan Negara (BPN) selanjutnya akan turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran luas bidang. Setelah itu dilakukan inventarisasi luasan, bentuk bangunan, dan jumlah tanaman.

"Diharapkan, masyarakat (terdampak tol) bisa ikut mendampingi saat tim aprraisal menilai. Masyarakat bisa menjelaskan sampai sedetail-detailnya kondisi bangunan semisal reng terbuat dari kayu jenis apa, dan lokasi sumur karena terkadang di wilayah perkotaan, sumur dibuat tertutup. Kalau tim tidak diberi tahu, tidak dicatat," katanya.

1 dari 1 halaman

Tahapan Sosialisasi ke Warga

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno menjelaskan tahap sosialisasi kepada masyarakat dijadwalkan berlangsung mulai Desember 2019 hingga Februari 2020.

Diawali dari Desa Bokoharjo (Kecamatan Prambanan), Desa Tamanmartani, Selomartani, Tirtomartani, Purwomartani (Kalasan) dan Desa Condongcatur, Caturtunggal, Maguwoharjo (Depok) yang proses sosialisasinya dilangsungkan selama periode Desember-Januari.

Kemudian pada Januari 2020, sosialisasi akan menyasar Desa Sariharjo (Kecamatan Ngaglik), Desa Tlogoadi, Tirtoadi, Sinduadi, Sendangadi (Mlati) dan Trihanggo (Gamping).

Kemudian untuk wilayah yang terdampak tol Yogyakarta-Bawen, sosialisasi dijadwalkan pada Januari dan Februari 2020. Meliputi Desa Banyurejo, Tambakrejo, Sumberejo (Kecamatan Tempel), Desa Margokaton, Margodadi, Margomulyo (Seyegan) dan Desa Tirtoadi (Mlati).

"Saat sosialisasi nanti, warga akan diundang 'by name' dan 'by address'. Sudah ada nama-nama warga yang terdampak dan itu sudah fix, tidak ada lagi perubahan," katanya.

(mdk/bim)

Baca juga:
Perubahan Tarif Tol Makassar Berlaku Mulai 22 November 2019
Melihat Taman Betawi di Kolong Tol Joglo
Tol Balikpapan-Samarinda Ditarget Berfungsi Operasional Saat Libur Natal
Diresmikan Jokowi, Lampung-Palembang Bisa Ditempuh Selama 3 Jam
Diresmikan Besok oleh Presiden Jokowi, Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung Digratiskan
Bangun 2.500 Km Tol, Pemerintah Ingin Kejar Ketertinggalan dari Malaysia dan Thailand
Realisasi Investasi Tol Masih Jauh dari Target

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.