Transjakarta Minta Tarif Bahan Bakar Bus Listrik Bisa Rp700 per kWh

UANG | 29 Agustus 2019 15:11 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Direktur Utama PT Transjakarta, Agung Wicaksono, mengakui bahwa biaya investasi untuk satu unit bus listrik setara dua kali lipat dari bus konvensional. Sehingga beban operasional yang dikenakan kepada penumpang akan meningkat.

Agung mengatakan besaran biaya tarif listrik yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 8 Tahun 2011 bahkan belum bisa mengompensasi biaya pembelian bus listrik. Dalam aturan tersebut memang tarif listrik hanya sebesar Rp1.445 per kilowatt per jam (kWh), lebih rendah ketimbang biaya bahan bakar solar yang sebesar Rp5.150 per liter dan gas yang sebesar Rp3.100 per liter.

"Tarif listrik Rp1.445 kilowatt per kilometer ini masih kurang, ini diperlukan untuk kompensasi biaya pembelian yang lebih mahal sehingga bisa lebih murah lagi. Jadi biaya operasional bisa lebih murah kalau tarif listriknya bisa diberi keringanan," katanya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (29/8).

Melihat kondisi tersebut, pihaknya meminta agar Perusahaan Listrik Negara (PLN) bisa mengenakan tarif listrik kepada transportasi umum setara dengan biaya produksi di industri yang sebesar Rp700 per kilowatt.

Apalagi, produksi listrik di Jawa dan Bali saat ini kelebihan pasokan terutama pada malam hari. Sebab, aktivitas industri dan perkantoran pada saat malam hari berkurang atau tidak menyerap listrik.

"Hanya rumah tangga yang menggunakan, kalau bisa kami serap ini, sebesar harga biaya produksi hanya Rp700, itu bisa berkah untuk bus kami yang bisa berjalan dengan bersih, low emisi, dan kurangi kemacetan. Jadi ini kenapa kita ingin tarif listrik lebih murah," tegas dia.

Sebagai informasi, saat ini Transjakarta sudah memiliki 3 bus listrik berbasis baterai dengan luas dimensi 2.550 milimeter atau lima senti lebih besar ketimbang bus konvensional. Satu bus listrik hasil produksi PT Mobil Anak Bangsa dan dua bus hasil produksi BYD Auto asal China.

Baca juga:
Bos Transjakarta: 14.000 Orang Naik Bus Listrik Selama Uji Coba
VIDEO: Siap-Siap, Bus Listrik Hadir di Indonesia Tahun 2021
Menjajal Sensasi Bus Listrik Buatan Anak Bangsa
2021, Bus Listrik Siap Mengaspal di 5 Kota Besar
Kemenhub Ingin Kendaraan Listrik Lebih Dulu Diterapkan Pada Angkutan Umum
2.000 Ribu Bus Listrik Mulai Diproduksi 2020
Polusi Udara Jakarta Terburuk, Jokowi Minta Anies Perbanyak Transportasi Listrik

(mdk/bim)