Tren penaikan BI rate diprediksi masih berlanjut

UANG | 26 Desember 2013 13:36 Reporter : Sri Wiyanti

Merdeka.com - Bank Indonesia diperkirakan masih akan melanjutkan tren penaikan suku bunga acuan atau BI rate awal tahun depan. Ini untuk mengimbangi kebijakan tappering yang diprediksi bakal dijalankan bank sentral Amerika Serikat, The Fed, Januari mendatang.

"Mungkin, itu masih akan ada (penaikan) antara 25 sampai 50 basis poin. Kita lihat mungkin di triwulan 1," kata Direktur Strategi dan Keuangan Bank Mandiri Pahala Mansyuri kepada merdeka.com, Kamis (26/12).

Tappering bakal membuat likuiditas di dalam negeri semakin ketat. Soalnya, The Fed akan mengurangi pembelian obligasi dari USD 85 miliar per bulan menjadi USD 75 miliar per bulan.

Menyikapi pengetatan likuiditas, BI telah lima kali menaikkan suku bunga acuannya sepanjang tahun ini. Dari 5,75 persen menjadi 7,5 persen, naik 175 basis poin (bps).

Pahala memperkirakan kondisi perekonomian Indonesia akan lebih pasti pascapelaksanaan tappering The Fed. "Kalau selama ini mungkin orang masih menduga-duga saja," katanya.

(mdk/yud)

TOPIK TERKAIT