Tunggu Persetujuan Menteri PUPR, Tarif 30 Ruas Jalan Tol Naik di 2022

Tunggu Persetujuan Menteri PUPR, Tarif 30 Ruas Jalan Tol Naik di 2022
Tarif tol naik. ©2013 Merdeka.com/M. Luthfi Rahman
EKONOMI | 7 Oktober 2022 19:49 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Danang Parikesit, mengonfirmasi terkait rencana penyesuaian atau kenaikan tarif tol untuk 30 ruas tol lebih hingga akhir 2022 ini.

Namun, keputusan itu masih menunggu persetujuan dari Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, yang disebutnya akan turut mempertimbangkan faktor tingkat kemudahan berusaha atau ease of doing business dari pihak Badan Usaha Jalan Tol (BUJT).

"Harapan kami demikian, seperti yang disampaikan pak Menteri itu kepastian penyesuaian tarif tol bagian dari ease of doing business," ujar Danang di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/10).

Kendati demikian, Danang tak bisa menjamin apakah proses penyesuaian tarif seperti yang diajukan oleh BUJT selepas habis masa konsesi tol 2 tahun bakal disetujui oleh Menteri Basuki.

"Pasti ada pertimbangan lain yang di luar pertimbangan teknis kami. Jadi kita kan prinsipnya mengajukan ke pak Menteri, beliau pasti ada pertimbangan lain, (semisal) kondisi makro ekonomi Indonesia dan sebagainya," tuturnya.

"Tapi yang jelas, setiap kali ada kemunduran pasti akan diperhitungkan dalam penyesuaian tarif selanjutnya," kata Danang.

2 dari 2 halaman

Tak Hanya Tol di Pulau Jawa

Sebelumnya, Danang menyebut akan ada lebih dari 30 ruas jalan tol yang bakal terkena penyesuaian tarif pada Juni 2022 silam.

"Ada beberapa yang baru kita ajukan ke pak Menteri.. Kalau di tahun ini cukup banyak, lebih dari 30 ruas kira-kira yang mengalami tarif adjusment," ujar Danang di Kantor Bina Marga Kementerian PUPR, Selasa (7/6).

Adapun 30 jalan tol lebih itu sudah termasuk dari beberapa ruas yang telah mengalami penyesuaian tarif. Namun, dia belum merinci ruas tol tambahan mana saja yang secara tarif bakal naik.

Danang menyatakan, penyesuaian ongkos ini akan dilakukan secara bertahap. Pemerintah ingin memastikan kenaikan tarif tol itu sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang diberikan BUJT.

"Apalagi di dalam UU itu kan yang baru, amandemen kemarin ditekankan betul teman-teman dari DPR, bahwa SPM harus jadi perhatian buat kita. Jadi pemantauan SPM akan lebih ketat," tuturnya.

Kenaikan tarif ini tidak hanya berlaku bagi tol yang berada di Pulau Jawa, tapi juga untuk ruas lainnya yang berlokasi di Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Sulawesi.

Menurut Danang, kenaikan tarif nantinya akan mengikuti angka inflasi yang terjadi di daerah bersangkutan.
"Tergantung inflasi di daerah masing-masing. Kalau tolnya di Jawa Timur, di kabupaten mana, kita menuggu data yang diterbitkan BPS (Badan Pusat Statistik)," imbuh dia.

Namun, dia belum mau merinci ruas mana saja yang bakal terkena kenaikan tarif. "Kalau penyesuaian tarif tol tunggu pengumuman saja ya," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tarif 3 Ruas Tol Ini Bakal Naik, Termasuk Jalan Tol Tangerang-Merak
Tunggu Persetujuan BPJT, Tarif Sejumlah Ruas Tol Segera Naik
PUPR Belum Terima Usulan, Tarif Tol Tak Naik Sampai Akhir Tahun?
Bocoran Tarif Tol Cibitung-Cilincing dan Serpong-Balaraja
5 Ruas Tol Ini Bakal Dilakukan Uji Coba Sistem Bayar Tol Tanpa Sentuh

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini