Turunkan Harga Cabai, Bank Indonesia Siap Gandeng Petani

UANG | 16 Juli 2019 18:32 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Bank Indonesia (KPw BI) Solo mengambil langkah cepat terkait mahalnya harga cabai. Bank sentral berencana menggandeng petani cabai di berapa daerah untuk mengantisipasi agar lonjakan harga tak terjadi lagi.

"Kami sudah memetakan beberapa daerah sentra produksi cabai untuk mengantisipasi lonjakan harga," ujar Kepala KPw BI Solo Bandoe Widiarto, Selasa (16/7).

Menurut Bandoe, kerja sama akan dilakukan dengan para petani di daerah penghasil cabai di Wonogiri untuk Jawa Tengah dan dengan Jombang, Kediri serta Jember untuk wilayah Jawa Timur.

"Kita sudah ada rencana untuk kerja sama dengan wilayah Soloraya dan Jawa Timur. Tapi belum kita permanenkan dalam bentuk kerja sama atau MoU. Dengan adanya kerjasama, kalau terjadi kenaikan bisa segera diatasi," katanya.

Upaya lainnya yakni dengan mengajak masyarakat untuk membudidayakan gerakan menanam cabai. Tidak harus di sawah ataupun lahan pertanian, namun cukup di rumah dengan menggunakan media tanam pot dan polybag.

Dengan demikian, lanjut Wakil Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Surakarta itu, ketika harga cabai di pasaran mulai merangkak naik, masyarakat tidak perlu khawatir karena bisa memanfaatkan cabai yang mereka tanam sendiri di rumah.

"Kita budidayakan menanam cabai di rumah sendiri. Sehingga kalau terjadi lonjakan harga, kita tinggal petik cabai yang ditanam sendiri di rumah. Sehingga tidak terjadi kelangkaan cabai," jelasnya.

Lebih lanjut Bandoe menyampaikan, meski bukan menjadi penyumbang utama inflasi di Solo, pihaknya tetap mewaspadai lonjakan harga cabai di pasaran.

Baca juga:
Harga Cabai Rawit di Solo Tembus Rp70.000 Per Kg
Penyebab Harga Cabai Bertahan Mahal di Pasar Tradisional
Harga Cabai Rawit di Karawang Tembus Rp80 Ribu per Kilogram
Harga Cabai Tembus Rp80.000 per Kg
Harga Cabai di Palembang Tembus Rp100 Ribu Per Kg
Kemarau Sebabkan Harga Cabai Naik

(mdk/idr)

BERI KOMENTAR
Join Merdeka.com