Uang Elektronik Tol Bakal Terhubung Kartu Debit dan Kredit di 2020

UANG | 15 Oktober 2019 17:40 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, ke depan basis data alat pembayaran tol atau e-money akan diubah dari chip menjadi server. Sehingga, pengguna tol tak perlu berhenti tapping saat memasuki gerbang tol.

Penerapan teknologi ini disebut multi lane free flow (MLFF) dan ditargetkan diimplementasikan di tahun 2020.

"Uang elektronik yang cocok untuk ini adalah server based, ada perubahan," katanya dalam Konferensi Pers Bulan Inklusi Keuangan di Restoran Madame Delima, Jakarta, Selasa (15/10).

Tak hanya itu, server nantinya juga akan tersambung dengan kartu debit atau kartu kredit pengguna. Sehingga, saat saldo habis, uang otomatis akan terpotong lewat kartu debit atau kartu kredit.

"Nanti akan terhubung ke kartu debit atau kredit. Jadi kalau saldonya (uang elektronik) kurang, jalan terus," ungkap Onny.

Sebagai informasi, rencana ini sejalan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) yang pada tahun depan menyebut pembayaran di gerbang tol akan nirsentuh (tanpa sentuh).

Penerapan sistem multi lane free flow dinilai dapat menghilangkan waktu antrean menjadi nol detik. Manfaat lain adalah efisiensi biaya operasi dan meminimalisir bahan bakar kendaraan.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Kirim Barang Lewat JNE Kini Bisa Bayar Pakai GoPay
Jasa Marga Pastikan Transaksi Gerbang Tol Aman Saat Listrik Padam
1 Agustus, 5 Stasiun KRL ini Hanya Menerima KMT dan Uang Elektronik
Mudik Lebaran 2019, Transaksi Mandiri E-Money Meroket 40 Persen
Tersedia 80.000 Uang Elektronik di Jalur Mudik, Saldo Maksimal Kini Bisa Rp2 Juta
Mudik 2019, BI Sediakan Ratusan Titik Isi Ulang E-Money di Rest Area Tol

(mdk/azz)