Uji Coba Selesai, B30 Siap Diterapkan 1 Januari 2020

UANG | 28 November 2019 12:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah dan pemangku kepentingan telah menyelesaikan rangkaian uji coba penerapan pencampuran 30 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) yang berbahan baku minyak sawit dengan solar (B30). Hasilnya program tersebut siap diterapkan mulai 1 Januari 2020.

Kepala Balitbang Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Dadan Kusdiana, mengatakan Kementerian ESDM telah mengeluarkan rekomendasi teknis terkait implementasi mandatori B30 pada tahun 2020 kepada publik.

"Rekomendasi teknis B30 ini kami sampaikan berdasarkan hasil jalan, uji performa kendaraan, monitoring dan evaluasi yang dilakukan oleh tim teknis," kata Dadan, di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, Kamis (28/11).

Dadan melanjutkan, dari rekomendasi tersebut, program mandatori B30 akan bisa mulai diberlakukan pada 2020, sesuai dengan amanat Peraturan Menteri ESDM Nomor 12 Tahun 2015. "Secara umum dari hasil uji jalan B30, maka B30 siap diimplementasikan pada kendaraan bermesin diesel per 1 Januari 2020," tutur Dadan.

Secara teknis rekomendasi yang diberikan oleh Kementerian ESDM, antara lain penanganan dan pencampuran‎ B30 untuk menjaga kualitas B30, proses pencampuran, penyimpanan, dan penyaluran perlu pengendalian dan monitoring secara berkala, seperti halnya pada saat Uji Jalan B30.

Untuk memperoleh campuran B30 yang homogen, metode blending harus sesuai dengan pedoman umum dan menggunakan sarana prasarana yang memenuhi standar. Untuk mencegah peningkatan kadar air, B30 harus disimpan dalam tangki tertutup dan dihindarkan dari kontak dengan udara dan segera dilakukan pencampuran dengan B0.

"Dengan selesainya uji jalan (road test) B30 ini, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga Uji Jalan B30 dapat terselenggara dengan baik," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Diterapkan 2020, Program B30 Diklaim Kurangi Impor Solar Hingga 9 Juta Kl

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, program B30 bertujuan untuk mengurangi impor BBM solar, karena 30 persen solar digantikan oleh biodiesel yang bahan bakunya minyak sawit dari dalam negeri. Di sisi lain juga dapat menghemat devisa negara.

"Mudah- mudahan dengan penerapan B30 ketergantungan impor BBM Berkurang," kata Jonan, di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (13/6).

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Dadan Kusdiana menambahkan, dengan dilaksanakannya B30, diharapkan biodiesel dapat menggantikan solar sampai 9 juta Kl senilai Rp 70 triliun. Untuk diketahui, konsumsi biodiesel pada tahun 2018 telah mencapai 3,8 juta Kl

"Kalau B30 ini jalan kita akan saving BBM solar yang sebetulnya secara produksi meningkat. 8-9 juta Kl akan kita hindari impor solar," tuturnya.

Menurut Danan, setelah uji coba B30 dilaksanakan, pemerintah akan menerapkan pencampuran 30 persen biodiesel dengan solar pada 2020. Uji coba dilakukan, untuk menyiapkan dan mempromosikan pelaksanaan program tersebut.

"Mandatori biodiesel 2020 akan kita mulai B30, kegiatan uji coba dilakukan dengan cara uji coba efek yang ditimbulkan pada kendaraan sebelum dan sesudah B30," tandasnya.

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6.com

(mdk/bim)

Baca juga:
Pertamina Mulai Sediakan Solar Bercampur Minyak Sawit
Desember 2019, Uni Eropa Umumkan Pengenaan Bea Masuk Biodiesel RI
Pemerintah Tetapkan Spesifikasi Solar Dicampur 30 Persen Biodiesel
Deretan Strategi Pemerintah Tekan Emisi Karbon Sesuai Paris Agreement
Pemerintah Tetapkan 8 Titik Uji Coba Penyaluran B30
Menko Luhut: Penerapan B30 Bakal Pangkas Impor Energi 50 Persen
KAI Beli 36 Lokomotif yang Bisa Serap Biodiesel 20 Persen

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.