UMKM Hingga Ekonomi Digital akan Diperkuat Sebagai Sumber Pertumbuhan Baru

UMKM Hingga Ekonomi Digital akan Diperkuat Sebagai Sumber Pertumbuhan Baru
Presiden Joko Widodo. ©Lukas - Biro Pers Sekretariat Presiden
EKONOMI | 23 Mei 2022 16:40 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, sumber pertumbuhan ekonomi baru harus diperkuat untuk mengatasi berbagai tantangan saat ini. Sumber-sumber tersebut seperti ekonomi digital, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan ekonomi hijau.

"Sumber-sumber pertumbuhan baru harus diperkuat, digitalisasi, pemberdayaan UMKM, dan pertumbuhan hijau adalah masa depan kita bersama," kata Jokowi dalam Sidang Komisi ke-78 Komite Ekonomi Sosial PBB untuk Asia-Pasifik (United Nation ESCAP/UNESCAP) yang disaksikan secara virtual di Jakarta, dikutip Antara, Senin (23/5).

Dia mencontohkan kegiatan perdagangan yang dioptimalkan dengan digitalisasi dapat memangkas biaya perdagangan di kawasan hingga 13 persen. Contoh lainnya adalah dorongan pemerintah bagi UMKM agar mendapat akses pada sektor finansial dan rantai pasok di kawasan.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi hijau juga perlu distimulus dengan mekanisme transisi energi, termasuk dengan penerapan pajak karbon. Optimalisasi sumber pertumbuhan baru merupakan salah satu upaya penting agar kawasan dapat segera keluar dari tantangan besar di bidang ekonomi dan sosial akibat pandemi COVID-19, perubahan iklim dan juga perang.

Dampak dari berbagai tantangan besar yang saat ini terjadi itu antara lain, pemulihan ekonomi di kawasan yang belum optimal hingga meningkatnya jumlah pengangguran dan kemiskinan.

"Ekonomi sejumlah negara Asia Pasifik belum pulih, masih di bawah tingkat pra pandemi," ujarnya.

Pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Pasifik juga, kata Presiden, diperkirakan akan turun 0,5 persen menjadi 4,9 persen sebagaimana laporan Dana Moneter Internasional (IMF). Selain itu, tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) juga diperkirakan semakin tertunda.

"Kawasan kita diperkirakan baru dapat mencapai SDGs paling cepat pada tahun 2065, dan menurut global climate rise index, 6 dari 10 negara paling terdampak perubahan iklim dalam jangka panjang ada di Asia Pasifik," jelasnya.

Baca juga:
Atasi Krisis Pangan Dunia, Jerman Bakal Gelontorkan Rp6,65 Triliun
Terancam Krisis, Negara di Dunia Serukan Perang Rusia-Ukraina Dihentikan
Sri Mulyani Beberkan Strategi RI Keluar dari Jebakan Kelas Menengah
Pemulihan Ekonomi RI Terancam Geopolitik dan Pengetatan Kebijakan Moneter AS
Sri Mulyani: Pelebaran Defisit Mampu Bikin Ekonomi RI Bertahan
Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 2023 Capai 5,9 Persen

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami