UMKM jadi obat penangkal krisis

UMKM jadi obat penangkal krisis
usaha kecil. merdeka.com/dok
EKONOMI | 7 April 2012 12:01 Reporter : Saugy Riyandi

Merdeka.com - Kementerian koordinator bidang Perekonomian menyayangkan masih minimnya Unit Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Indonesia. Padahal, UMKM terbukti merupakan obat ampuh penangkal krisis yang pernah dilalui Indonesia di tahun 2009.

"Tiga kali krisis , penyakit kita itu adalah entrepreneur. Ketika terjadi krisis, selalu panik. Kalau itu ada sebenarnya, kita akan tenang menghadapi krisis dunia," ujar Deputi Menko Perekonomian bidang Industri dan Perdagangan Eddy Putra Irawadi saat membuka  Indonesia Business and Entrepreneurship Conference (IBEC) 2012 di Plaza Bapindo, Jakarta Sabtu (7/4).

Dia melihat, ada beberapa faktor yang dapat menghambat perkembangan UMKM. Salah satunya adalah masih sukar mencari solusi terkait pembiayaan dan pemasaran. Pembiayaan atau yang biasa disebut modal, memang cenderung sulit sampai ke pelaku UMKM. 

Sementara untuk pasar produk UMKM baik di dalam negeri maupun luar negeri, diakui masih sempit, sehingga produk UMKM sulit dijual. Edi menyebutkan, salah satu pasar potensial dan terbukti mampu mendorong produk UMKM adalah Singapura. Negara tersebut juga berperan menjual kembali produk hasil UMKM dari Indonesia.

Faktor lain yang banyak dikeluhkan dan menghambat perkembangan UMKM adalah sisi regulasi. "Pihak birokrat sedang mempersiapkan cara untuk mengefesiensi gerak para pelaku bisnis," katanya.

Terlepas dari itu, Kapasitas pelaku UMKM perlu terus ditingkatkan. Pengelolaan manajemen yang handal dan profesional dalam kerja, harus menjadi yang utama.

Sekadar diketahui, IBEC merupakan konferensi enterpreneur yang diikuti 900 orang atau pelaku UMKM. Kali ini, IBEC mengambil tema Entrepreneur 5000 (E5000). Maksud tema tersebut adalah menuju Indonesia yang lebih baik, mewujudkan masyarakat entrepreneur kelas menengah berpendapatan USD 5000 per tahun. 

 
(mdk/oer)

TOPIK TERKAIT

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami