UMKM Masuk Rantai Pasok BUMN, Nilai Kerja Sama Capai Rp52 Miliar

UMKM Masuk Rantai Pasok BUMN, Nilai Kerja Sama Capai Rp52 Miliar
Lebih Berdaya di Masa PPKM Darurat, Pelaku UMKM Perlu Memanfaatkan Platform Ini. ©2021 Merdeka.com
EKONOMI | 3 September 2021 14:12 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Kementerian Koperasi dan UKM, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), melakukan penandatanganan kesepakatan tentang Kemitraan Koperasi, UMKM/IKM dalam Rantai Pasok BUMN. Nilai kerja sama tersebut sebesar Rp52 miliar.

Deputi bidang usaha kecil dan Menengah Kementerian Koperasi dan UKM, Hanung Harimba Rachman mengatakan, sebanyak 6 BUMN dan 9 UMKM dikerjasamakan dalam kemitraan ini. 9 UMKM tersebut telah melalui seleksi yang dilakukan oleh Kemenkop UKM.

"Dari hasil verifikasi UMKM tahap awal ada 9 UMKM dan 6 BUMN dengan nilai kerja sama Rp52 miliar," ujar Hanung dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Jumat (3/9).

Hanung menjabarkan keenam BUMN tersebut antara lain PT Pertamina, PT PLN dan Kimia Farma. Kemudian ada juga Perhutani, lalu Krakatau Stell serta RNI (persero). Nantinya, beberapa BUMN lain akan mengusul dalam kemitraan ini.

"Sebagai piloting akan bermitra dengan 6 BUMN antara lain PT Pertamina, PLN, Kimia Farma, Perhutani, Krakatau Stell dan RNI. Koperasi dan UMKM lainnya masih dalam tahap seleksi oleh BUMN," jelasnya.

Adapun kemitraan tersebut dilakukan untuk melibatkan UMKM dalam rantai pasok BUMN. Sehingga ekonomi UMKM nantinya bisa terangkat dan memiliki peran dalam rantai pasok.

"Kemitraan koperasi dan UMKM dalam rantai pasok BUMN, penting. Untuk itu, Kemenkop, Kemenperin dan KemenBUMN bersinergi mendorong UMKM masuk dalam rantai pasok BUMN," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Daftar 6 BUMN

bumn

Hanung menjelaskan, dalam rangka implementasi kegiatan ini sebagai piloting, UKM akan bermitra dengan 6 BUMN. Antara lain PT Pertamina, PT PLN, PT Kimia Farma, PT Krakatau Steel, Perum Perhutani dan PT RNI.

Selain mendorong koperasi dan UMKM masuk dalam rantai pasok global juga terdaftar program strategis lainnya yang dikembangkan oleh Kementerian Koperasi dan UMKM, yaitu memperluas akses pasar baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

"Misalnya saja melalui digitalisasi UMKM hingga memperkuat local brand agar bisa go global. Langkah nyata untuk menerapkan program ini salah satunya dengan mengembangkan UMKM masa depan berbasis teknologi seperti yang dilakukan oleh LPP KUMKM smesco dengan PT Telkomsel PT BRI Persero dan BNI Tbk," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Pemerintah Bagikan Sembako untuk UMKM & Masyarakat Terdampak Covid-19
Sertifikasi Halal UMK Kini Gratis, Wamenag Sebut Dorong Pemulihan Ekonomi
Menkop Teten: Bantuan untuk UMKM di 2022 Belum Ditetapkan
Menkop Teten Catat Penyaluran Banpres untuk UMKM Mencapai Rp14,2 Triliun
Anies Baswedan Nilai Pameran UMKM Jakreatifest Percepat Pemulihan Ekonomi Jakarta
Erick Thohir Kagum Pada Ibu-ibu Nasabah Mekaar, Ini Sebabnya
Per Agustus, Total Transaksi PaDi UMKM Capai Rp10,3 Triliun

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami