UMKM Unbankable maupun Bankable Dapatkan Bantuan di Masa Pandemi

UMKM Unbankable maupun Bankable Dapatkan Bantuan di Masa Pandemi
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki Berdialog dengan Nelayan di Pekalongan. ©2020 Merdeka.com
EKONOMI | 9 Oktober 2020 15:56 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Bantuan untuk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) kini diperluas. Baik bantuan untuk UMKM yang masih unbankable (belum mendapatkan pinjaman atau bantuan dari lembaga perbankan) maupun yang sudah bankable. Semuanya mendapat perhatian dari pemerintah untuk dapat bertahan di masa pandemi.

Bantuan kepada UMKM unbankable melalui Bantuan Presiden (Banpres) Produktif Usaha Mikro (BPUM) bentuknya adalah hibah. Bukan kredit pinjaman. Perluasannya ada dalam jumlah penerimanya.

Target penerima yang semula ditetapkan sebesar 9,1 juta usaha mikro, telah 100 persen tercapai. Kini ditambah lagi tiga juta penerima. Total yang akan disubsidi sebanyak 12 juta usaha mikro. Program yang diluncurkan 24 Agustus 2020 ini diperpanjang sampai Desember 2020.

"Kami berharap program hibah ini menambah modal kerja pelaku usaha sehingga dapat bertahan di tengah pandemi COVID-19. Jadi yang belum mendapatkan Banpres Produktif, bisa mendaftarkan diri ke Dinas Koperasi dan UKM setempat serta lembaga pengusul lainnya," jelas Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Selain penambahan jumlah penerima bantuan, usaha mikro dan kecil yang unbankable juga difasilitasi untuk menjadi bankable. Menteri Teten menambahkan bahwa mereka diberikan akses untuk dapat KUR Ultra Mikro di bawah Rp10 juta dengan bunga 0 persen hingga bulan Desember 2020.

Diharapkan dapat memperkuat usaha mikro, yang sebelumnya telah menerima hibah, untuk bisa melanjutkan usaha dengan KUR ini. Tujuannya agar Usaha Mikro yang unbankable menjadi bankable.

Sedangkan, UMKM bankable mendapatkan subsidi berbentuk kelonggaran restrukturisasi pinjaman serta subsidi bunga kredit. Konkretnya diberikan perpanjangan subsidi bunga KUR. Kini menjadi flat 6 persen hingga 31 Desember 2020, dan kriteria penerima stimulus tambahan subsidi diperluas hingga yang akad pinjamannya sampai 31 Desember 2020.

Bantuan produktif dan subsidi di atas, menurut Menteri Teten, menjadi jawaban atas persoalan modal dan pembiayaan di UMKM. Persoalan UMKM saat ini baik yang unbankable maupun bankable adalah modal dan pengembalian kredit. Program pemerintah yang memberikan modal tambahan dan kelonggaran pengembalian kredit menjadi jawabannya. (mdk/bim)

Baca juga:
50 Persen UMKM Gulung Tikar Akibat Pandemi Covid-19
Menkop Teten: Ekonomi Indonesia 99 Persen Berasal dari UMKM
Moeldoko Sebut UU Cipta Kerja Dibutuhkan Koperasi dan UMKM
Pertamina Ajak Masyarakat di Pedesaan Gabung Kemitraan Pertashop, Begini Caranya
Wapres: Perekonomian Kuat dengan Pemberdayaan UMKM dan Maksimalkan Potensi Zakat
UU Cipta Kerja Dinilai Jadi Solusi UMKM Naik Kelas
Lewat UU Cipta Kerja, Pemerintah Bakal Sederhanakan Penerbitan Nomor Izin Berusaha

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami