Untungkan bisnis, SMF tunggu realisasi pembentukan BP Tapera

UANG | 2 Maret 2018 14:01 Reporter : Wilfridus Setu Embu

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan pembentukan badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) pada 23 Maret 2018 mendatang. Langkah ini diambil untuk meningkatkan ketersediaan rumah laik huni dan terjangkau di Indonesia.

Pembentukan BP Tapera ini merupakan pengalihan dari Bapertarum, lembaga yang selama ini memberikan fasilitas pinjaman uang muka perumahan pada pegawai negeri sipil (PNS).

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo mengatakan, kehadiran Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera) untuk kepemilikan Kredit Perumahan Rakyat (KPR) akan menguntungkan PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). BP Tapera akan menjadi salah satu tempat penyaluran dana dari perseroan, mengingat SMF menyalurkan dana ke institusi penyalur KPR.

"Kita fungsinya komplementer. Fungsi sekunder perlu dana jangka panjang dan kompetitif bisa dibeli Tapera untuk disalurkan kembali," ungkapnya di Graha SMF, Jakarta, Jumat (2/3).

Karena itu menurut dia sebagai lembaga di bawah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang fokus pada dana untuk perumahan masyarakat berpenghasilan rendah, SMF akan bekerja sama dengan BP Tapera.

"Kita selalu berhubungan dengan Tapera nantinya, itu sudah sesuai bidang masing-masing," tandasnya.


Terbitkan sekuritisasi KPR syariah, PT SMF tunggu izin dewan pengawas
2017, PT SMF catatkan laba bersih Rp 397 miliar
Antusiasme ratusan warga daftar jadi konsumen rumah tapak DP 0 Rupiah
Intip desain rumah tapak DP 0 Rupiah di Rorotan
Survei: Dalam beli properti, masyarakat lebih pentingkan kenyamanan dibanding harga

(mdk/idr)

TOPIK TERKAIT