Upaya Pertamina pasok BBM dan LPG ke Sulawesi Tengah diapresiasi

UANG | 9 Oktober 2018 13:15 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Pengamat ekonomi Universitas Cendrawasih, Ferdinand Risamasu mengapresiasi upaya PT Pertamina dalam memasok BBM dan LPG di daerah musibah di Sulawesi Tengah. Di tengah berbagai infrastruktur yang rusak, termasuk Terminal BBM (TBBM) Donggala, BUMN tersebut menurutnya tetap berupaya menyuplai kebutuhan masyarakat dan berusaha memulihkan kondisi.

"Pertamina melakukan langkah paling maju dan luar biasa. Artinya, untuk pemenuhan kebutuhan dasar di transportasi sudah oke, dan setelah itu untuk kebutuhan dasar lain. Kita memang belum bisa mengevaluasi. Tetapi usaha untuk me-recovery harus kita berikan apresiasi," kata Ferdinand dikutip keterangannya di jakarta, Selasa (9/10).

Ferdinand menilai positif berbagai upaya yang sudah dilakukan Pertamina dalam memasok BBM dan LPG. Untuk BBM misalnya, pengoperasian 15 dari 17 SPBU di Palu juga menggembirakan. Apalagi, lima di antaranya juga sudah buka 24 jam. Belum lagi dengan berbagai terobosan, seperti adanya SPBU portable, penjualan BBM dalam kemasan, termasuk bantuan operator SPBU ke Palu dan Donggala. Sedangkan untuk LPG, dengan adanya operasi pasar berkesinambungan yang dilakukan Pertamina, termasuk memperluas titik operasi pasar dari 16 titik menjadi 27 titik.

Ferdinand menambahkan bahwa upaya tersebut harus dilakukan berkelanjutan dan secara komprehensif. Sebab, pemulihan memang tidak bisa dilakukan sekaligus dan harus dibarengi dengan pemulihan di seluruh sektor. "Suplai harus tetap harus besar karena demand berada pada titik yang sangat tinggi," lanjut Ferdinand.

Pemulihan secara komprehensif, memang sangat penting. Sebab, meski aktivitas warga mulai pulih, namun belum bisa dikatakan normal sepenuhnya. Memang benar saat ini sudah tidak ditemui lagi antrean panjang di SPBU dan juga ketika Pertamina melakukan operasi pasar LPG, dan kondisi tersebut adalah indikator positif yang menunjukkan bahwa aktivitas masyarakat sudah membaik. Hanya saja, imbuhnya, kondisi normal sesungguhnya adalah ketika warga sudah berada di rumah, tidak lagi di tenda darurat.

Apresiasi juga diberikan warga yang membeli LPG pada operasi pasar Pertamina. Suwardi, yang membeli di salah satu titik operasi pasar, yaitu di Jl. Sis Al Jufrie Palu, mengaku bersyukur, karena pasokan LPG lancar. Berkat operasi pasar, lanjut dia, masyarakat tidak lagi berkerumun dan petugas melayani satu tabung untuk satu orang.

"Alhamdulillah sekarang tertib. Kami yang mengungsi menjadi lebih enak, bisa masak sendiri. Semoga ke depan lebih lancar penyalurannya," kata pria berusia 50 tahun tersebut. (mdk/idr)

Baca juga:
Pertamina terbangkan mobil tangki BBM ke Palu gunakan pesawat Malaysia
Polisi dan TNI jaga ketat operasi pasar elpiji pascagempa dan tsunami Palu
Pertamina sebar operasi pasar LPG di 23 titik di Palu-Sigi-Donggala
20 SPBU Pertamina telah beroperasi di Palu
Normalnya pasokan BBM bantu pemulihan ekonomi Palu dan Donggala
BPH Migas minta masyarakat Palu tidak beli BBM pakai jerigen

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.