Usai Sarinah, Erick Thohir Bakal Renovasi Kota Tua Jakarta

Usai Sarinah, Erick Thohir Bakal Renovasi Kota Tua Jakarta
Kota Tua. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman
EKONOMI | 27 Juni 2022 11:04 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir berencana mengubah Kota Tua agar lebih bermanfaat dan lebih maksimal seperti halnya Gedung Sarinah di Jakarta Pusat. Di kawasan seluas 1,3 km persegi, yang juga disebut Batavia Lama (Oude Batavia) dan terdapat beberapa gedung milik BUMN.

"Saya tertarik dan terinspirasi melihat bangunan di sekitar Kota Tua ini. Aset-aset bersejarah ada yang sudah dimanfaatkan dengan baik, seperti PosBloc di Pasar Baru untuk UMKM, produk lokal, seni dan budaya," ujar Erick Thohir, seraya mencontohkan Gedung Filateli Pos yang kini menjadi Pos Bloc di kawasan Pasar Baru.

Menurutnya, kawasan Kota Tua sendiri masih banyak yang bisa dimaksimalkan. Apalagi ada gedung-gedung milik BUMN, seperti Bank Mandiri, Jasindo, Kerta Niaga, atau Cipta Niaga masih belum maksimal penggunaannya.

Merujuk pada renovasi terhadap Gedung Sarinah yang dilakukan Kementerian BUMN, gedung yang berdiri sejak 15 Agustus 1966 itu kini menjadi pusat perbelanjaan berstatus cagar budaya dengan konsep urban forest yang mengutamakan outdoor space di jantung ibu kota.

Erick ingin Kota Tua juga mengalami transformasi serupa. Terlebih nilai historis Kota Tua jauh lebih kental seiring dengan pembentukan kota Jakarta sebagai ibukota negara.

"Jika Sarinah mampu kita ubah, Kota Tua Harus Juga Bisa. Jika Sarinah kini menjadi daya tarik dan ikon baru Jakarta, maka Kota Tua akan hadir dengan impresi berbeda. Namun memiliki manfaat yang luas bagi masyarakat karena juga akan ada UMKM, produk lokal, pentas seni dan budaya," ungkapnya.

"Apalagi tak jauh dari sini, ada eks Gedung Arsip Nasional. In syaa allah, tahun depan kita akan coba sinergikan dengan pembangunan kota tua secara menyeluruh," jelasnya.

Erick menjelaskan, gedung-gedung tua buatan era Kolonial Belanda di Kota Tua harus dijadikan sarana untuk kepentingan ekonomi kreatif, sama seperti kota-kota besar lain di Indonesia.

Langkah Erick Thohir membangun kawasan Kota Tua supaya ada sarana alternatif ekonomi berbasis pop culture atau ekonomi budaya. Juga bisa membuka lapangan kerja dan menjadi pertumbuhan ekonomi baru, tanpa merusak atau mengubah cagar budaya yang ada.

"Jadi tidak hanya bisnis usual. Generasi muda kita banyak kreator, kita harus beri kesempatan mereka jadi pengusaha baru. Supaya jangan melihat list orang kaya di Indonesia itu-itu melulu," tandasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Pengerjaan Revitalisasi Jalur Pedestrian di Kota Tua Dikebut
Revitalisasi Trotoar Kota Tua Ditargetkan Selesai Juli 2022
Akhir Libur Lebaran, Kota Tua Dipadati Pengunjung
Berkah Libur Lebaran Bagi Jasa Sewa Ontel di Kota Tua
Ribuan Wisatawan Padati Kawasan Kota Tua
Bocoran Desain Stasiun MRT Kota Tua yang Megah dengan Konsep Dwara Batavia

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini