Utang Pembangunan MRT ke Jepang Mulai Dibayar 2027 Mendatang

UANG | 29 Maret 2019 20:43 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase I yakni dengan rute stasiun Bundaran Hotel Indonesia (HI) - Lebak Bulus menelan biaya sebesar Rp 16 triliun.

Direktur Utama PT MRT Jakarta, William Sabandar mengungkapkan, baik MRT Fase I maupun MRT Fase II, keduanya dibangun dari utang oleh Jepang atau Japan International Cooperation Agency Jepang (JICA).

Dia menjelaskan, masa utang RI ke Jepang untuk MRT Fase I selama 30 tahun. Itu ditambah dengan masa tenggang (grace period) selama 10 tahun.

"Pinjaman ke Jepang Rp 16 triliun dengan 10 tahun grace period dan 30 tahun masa utangnya. Jadi 2027 kita mulai membayar utang," tuturnya Jumat (29/3).

Untuk pembayarannya, porsinya akan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi DKI dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

"30 tahun akan dibagi II pembayarannya yakni 51 persen oleh Pemprov ditanggung APBD dan 49 persen ditanggung APBN. Jadi ini formatnya sama dengan fase II, Rp 22.5 triliun sudah disepakati, 10 tahun grass period dan komposisinya pendanaanya sama 51 persen APBD dan 49 persen itu adalah APBN," tandasnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Tarif MRT Rute Lebak Bulus-Bundaran HI Disepakati Rp 14.000
Investasi MRT Fase II Bunderan HI - Kota Habiskan Dana Rp 22,5 Triliun
Mengapa MRT Jakarta Tak Menyediakan Tempat Sampah?
MRT Jakarta Siap Beroperasi Komersial 1 April 2019
Grab Indonesia Masih Matangkan Rencana Bangun Shelter di Stasiun MRT
Anies Soal Pergub Tarif MRT Jakarta: Tunggu Surat dari DPRD

(mdk/idr)