Virus Corona Bikin Rasio Kredit Macet BTN Sulit Ditekan

Virus Corona Bikin Rasio Kredit Macet BTN Sulit Ditekan
Direktur Utama Garuda Indonesia, Pahala Mansury. ©2018 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu
UANG | 17 Februari 2020 18:24 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Dampak Wabah Covid-19 atau Virus Corona mulai dirasakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Virus asal Wuhan, China ini sedikit banyak mempengaruhi kredit macet Non Performing Loan (NPL) di segmen konsumer.

"Sedikit banyak menghambat penurunan angka NPL di segmen konsumer di Q-1 (kuartal I)," kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury di Yodya Tower, Jakarta Timur, Senin (17/2).

Akibatnya, penurunan NPL Bank BTN di awal tahun sulit dilakukan dengan maksimal. 2019 lalu, NPL gross perseroan Bank BTN 4,78 persen, naik dari 2,81. Sementara rasio NPL net naik dari 1,8 persen jadi 2,96 persen .

Pahala merasa akan mengalami kesulitan untuk menurunkan angka NPL di kuartal pertama. Angkanya masih akan tetap di 4,7 persen. Penurunan NPL baru mulai terasa di kuartal kedua, ketiga dan keempat.

"Nanti di akhir tahun kita harapkan kita sudah mencapai di 3,5 persen," kata Pahala.

Pemulihan NPL pada kuartal pertama yang dilakukan Bank BTN dapat dilihat dari adanya penurunan cost of fund dengan penurunan hingga 15 basis di bulan Januari. Sehingga penurunan bunga yang telah dilakukan sejak pertengahan tahun lalu bisa berdampak.

Harapannya dengan begitu bisa memberikan ruang bagi regulator baik di dalam dan luar negeri termasuk Bank Sentral Amerika The Fed untuk menurunkan tingkat bunga. Sehingga Bank Indonesia kembali menurunkan bunga kredit di tahun 2020.

Saat ini Pahala melihat adanya tren peningkatan bunga deposito mulai berdampak. Penurunan cost fund sempat terasa sebelum akhirnya Virus Corona terjadi. Namun akhirnya kembali melamban karena sektor pariwisata terdampak langsung.

Baca Selanjutnya: Capaian Bank BTN Tahun 2019...

Halaman

(mdk/did)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami