Virus Corona Buat Ekspor Kelapa Sawit RI ke China Anjlok

Virus Corona Buat Ekspor Kelapa Sawit RI ke China Anjlok
UANG | 17 Februari 2020 20:50 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo menyebut bahwa wabah virus corona telah menyebabkan ekspor ke China turun hingga 77 persen.

"Hingga Februari ini, ekspor kelapa sawit dan produk turunannya hanya 84 ribu ton. Padahal, pada periode yang sama di 2019 dapat mencapai 371 ribu ton," jelas Syahrul dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR RI pada Senin (17/2).

Syahrul juga menyatakan pihaknya telah melakukan antisipasi terkait penurunan ekspor ke China.

"Antisipasi melalui koordinasi dengan eksportir untuk memanfaatkan pasar ekspor alternatif, seperti India, Timur Tengah, dan Rusia," jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Kasdi Subagyono mengatakan, ekspor kelapa sawit dan turunannya ke negara lain tetap mengalami peningkatan.

"Seperti ke India misalnya, itu kita positif. Jadi ini cuma ke China saja yang negatif," kata Kasdi di lokasi yang sama.

1 dari 1 halaman

Virus Corona Bikin Rasio Kredit Macet BTN Sulit Ditekan

bikin rasio kredit macet btn sulit ditekan

Dampak Wabah Covid-19 atau Virus Corona mulai dirasakan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. Virus asal Wuhan, China ini sedikit banyak mempengaruhi kredit macet Non Performing Loan (NPL) di segmen konsumer.

"Sedikit banyak menghambat penurunan angka NPL di segmen konsumer di Q-1 (kuartal I)," kata Direktur Utama BTN Pahala N Mansury di Yodya Tower, Jakarta Timur, Senin (17/2).

Akibatnya, penurunan NPL Bank BTN di awal tahun sulit dilakukan dengan maksimal. 2019 lalu, NPL gross perseroan Bank BTN 4,78 persen, naik dari 2,81. Sementara rasio NPL net naik dari 1,8 persen jadi 2,96 persen .

Pahala merasa akan mengalami kesulitan untuk menurunkan angka NPL di kuartal pertama. Angkanya masih akan tetap di 4,7 persen. Penurunan NPL baru mulai terasa di kuartal kedua, ketiga dan keempat.

"Nanti di akhir tahun kita harapkan kita sudah mencapai di 3,5 persen," kata Pahala.

Pemulihan NPL pada kuartal pertama yang dilakukan Bank BTN dapat dilihat dari adanya penurunan cost of fund dengan penurunan hingga 15 basis di bulan Januari. Sehingga penurunan bunga yang telah dilakukan sejak pertengahan tahun lalu bisa berdampak.

Harapannya dengan begitu bisa memberikan ruang bagi regulator baik di dalam dan luar negeri termasuk Bank Sentral Amerika The Fed untuk menurunkan tingkat bunga. Sehingga Bank Indonesia kembali menurunkan bunga kredit di tahun 2020.

Saat ini Pahala melihat adanya tren peningkatan bunga deposito mulai berdampak. Penurunan cost fund sempat terasa sebelum akhirnya Virus Corona terjadi. Namun akhirnya kembali melamban karena sektor pariwisata terdampak langsung.

Reporter: Pipit Ramdhani

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami