Virus Corona Gagalkan Pemulihan Perekonomian Global Pasca Perang Dagang Amerika-China

Virus Corona Gagalkan Pemulihan Perekonomian Global Pasca Perang Dagang Amerika-China
UANG | 20 Februari 2020 16:27 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Kesepakatan tahap 1 perundingan perdagangan Amerika Serikat-China sempat menurunkan ketidakpastian global. Hal ini juga meningkatkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek pemulihan ekonomi global.

Sejumlah indikator dini ekonomi global seperti keyakinan pelaku ekonomi, Purchasing Manager Index (PMI) dan pesanan ekspor menunjukan perbaikan pada Desember 2019-Januari 2020.

Sayangnya, optimisme berubah setelah terjadinya Covid-19 atau merebaknya virus corona di Wuhan, China. Akibatnya, diperkirakan terjadi penekanan perekonomian di China yang berdampak pada keberlanjutan pemulihan ekonomi global.

"Setidaknya ini terjadi pada triwulan I tahun 2020," kata Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, di Gedung Bank Indonesia, Jakarta, Kamis (20/1).

Bank Indonesia lantas menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2020. Semula diproyeksikan akan tumbuh 3,1 persen menjadi 3,0 persen. Kemudian meningkat menjadi 3,4 persen dari prakiraan semula 3,2 persen pada tahun 2021.

Di pasar keuangan global, terjadinya Covid-19 telah meningkatkan risiko, sehingga mendorong penyesuaian aliran dana global dari negara berkembang kepada aset keuangan dan komoditas yang dianggap aman. Terjadi pula penekanan kepada mata uang negara berkembang.

Ke depan, upaya penanggulangan Covid-19 perlu terus dicermati karena dapat memengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi, volume perdagangan, dan harga komoditas dunia, serta pergerakan aliran modal ke negara berkembang, termasuk Indonesia.

Dampak dari virus corona di Indonesia harus diantisipasi dengan mendorong pertumbuhan ekonomi. Sehingga tetap bertahan di tengah tertundanya prospek pemulihan perekonomian dunia.

Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi 2020 akan lebih rendah. Berkisar di angka yaitu menjadi 5,0 persen- 5,4 persen. Semula prakiraan Bank Indonesia 5,1 persen - 5,5 persen, dan kemudian meningkat pada tahun 2021 menjadi 5,2 persen - 5,6 persen.

"Revisi prakiraan ini terutama karena pengaruh jangka pendek tertahannya prospek pemulihan ekonomi dunia pasca meluasnya Covid-19," kata Perry menjelaskan.

1 dari 1 halaman

Pengaruhi Ekonomi Indonesia

indonesia rev1

Virus corona hingga kini memengaruhi perekonomian Indonesia di berbagai sektor. Seperti pariwisata, perdagangan, dan investasi. Untuk itu, Bank Indonesia akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait. Tujuannya demi memperkuat sumber, struktur, dan kecepatan pertumbuhan ekonomi.

"Termasuk mendorong investasi melalui proyek infrastruktur dan implementasi RUU Cipta Kerja dan Perpajakan," kata Perry.

Sebelumnya, pada tahun 2019, pertumbuhan ekonomi berada di angka 5,02 persen. Lebih rendah dari capaian tahun 2018 sebesar 5,17 persen.

Pertumbuhan ekonomi tersebut ditopang permintaan domestik yang terjaga. Sedangkan kinerja ekspor menurun sejalan pengaruh perlambatan permintaan global dan penurunan harga komoditas.

Secara spasial, permintaan domestik yang tetap baik ditopang oleh meningkatnya perdagangan antardaerah seperti di wilayah Sumatera. Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kalimantan dan Bali-Nusa Tenggara tetap terjaga didukung oleh perbaikan ekspor komoditas primer. (mdk/idr)

Baca juga:
Porak-poranda Ekonomi China Akibat Wabah Virus Corona, Banyak Usaha Terancam Bangkrut
Pernah Selamatkan RI dari Krisis, UMKM Masih Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Langkah Mitigasi Dampak Ekonomi dari Penyebaran Virus Corona
Krisis Ekonomi Mengancam Singapura Akibat Virus Corona
Besok, Jokowi Kumpulkan Semua Menteri Bahas Virus Corona Hingga Krisis Ekonomi
Virus Corona Mulai Pukul Pasar Keuangan Global, Bagaimana Nasib Indonesia?

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami