Wakaf Bisa Jadi Alternatif Penanganan Krisis Ekonomi Negara

Wakaf Bisa Jadi Alternatif Penanganan Krisis Ekonomi Negara
UANG | 30 Oktober 2020 15:30 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni P Joewono menyebut bahwa pengelolaan wakaf bisa membantu perekonomian suatu negara yang terdampak pandemi Covid-19. Sebab, wakaf pada prinsipnya merupakan amalan yang menginstruksikan seseorang untuk menggunakan hartanya untuk kebaikan.

"Dasar pertimbangan wakaf (pada prinsipnya) adalah amalan yang menginstruksikan orang untuk berbuat baik dan menghabiskan (harta) untuk amal-amal," kata Doni dalam webinar bertajuk Cross Border Waqf on New Normal Era : Potentials, Benefit and Challenges, Jakarta, Jumat (30/10).

Doni melanjutkan, wakaf dianggap sebagai zakat berkelanjutan. Prinsip inti wakaf menganut prinsip altruisme.

Prinsip yang mengedepankan atau memaksimalkan manfaat bagi orang lain, secara inklusif bagi seluruh manusia dan makhluk hidup. Prinsip-prinsip tersebut menekankan pentingnya menjaga kepercayaan publik yang tinggi.

"Karena sistem ini sepenuhnya bergantung pada kecenderungan publik untuk berdonasi," kata dia.

Kata Doni, sistem wakaf yang tertata dengan baik dan didukung dengan teknologi informasi dan kompatibel dengan program lain bisa menjadi wahana mobilisasi dana. Sehingga nantinya akan berkontribusi secara signifikan terhadap program pembangunan ekonomi. Termasuk untuk program pengentasan kemiskinan.

"Khususnya program pengentasan kemiskinan dan pembangunan manusia yang komprehensif," kata Doni mengakhiri.

Baca Selanjutnya: Kesejahteraan Umat Lintas Agama...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami