Wakil Ketua Komisi VI Sarankan Ahok Ditempatkan di Garuda Indonesia

UANG | 13 November 2019 14:47 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang membidangi industri, investasi, dan persaingan usaha menyambut baik rencana Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menggandeng Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai salah satu pimpinan BUMN.

Wakil Ketua Komisi VI, Martin Manurung, menyarankan agar Ahok ditempatkan di BUMN yang kinerjanya belum baik. "Ditempatkan terutama untuk BUMN yang 'flag carrier' tapi kinerjanya masih belum memuaskan seperti Garuda," kata Martin saat dikonfirmasi, Rabu (13/11).

Menurut Martin, selain politisi, Ahok juga merupakan pengusaha yang memiliki kompetensi yang sangat baik. "Kan skill Pak Ahok cukup baik untuk peningkatan kinerja BUMN," ucapnya.

Sebelumnya, Ahok mendatangi Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, pagi tadi untuk menemui Menteri BUMN Erick Thohir. Ahok mengatakan bahwa dia diminta Erick untuk memimpin salah satu BUMN.

"Intinya kita bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan menjadi salah satu (pejabat) BUMN. Gitu aja. Jabatannya apa BUMN mana saya tidak tahu, mesti tanya ke pak menteri. Itu saja sih," ucap Ahok di Kementerian BUMN.

1 dari 1 halaman

Sambangi Menteri Erick Thohir, Ahok Ditawari Jabatan di BUMN

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok menyambangi kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) hari ini. Ahok datang mengenakan kemeja batik bercorak cokelat pada pukul 09.38 WIB dan bertemu dengan Menteri BUMN Erick Thohir.

Pantauan Liputan6.com, Ahok keluar dari gedung pukul 10.50 WIB. Pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam tersebut membahas tawaran Menteri Erick kepada Ahok untuk menjabat di salah satu BUMN.

"(Tadi) bicara soal BUMN dan saya mau dilibatkan di salah satu BUMN, itu aja," ujarnya singkat saat ditemui awak media di Kantor BUMN.

Untuk jabatan atau posisinya, Ahok belum tahu akan ditempatkan di mana, begitu pula penempatan BUMNnya. "Jabatan apa dan BUMNnya di mana, saya tidak tahu. Langsung tanya pak Menteri ya," imbuhnya.

Ahok mengatakan, dirinya juga belum mengetahui pasti kapan dia bakal secara resmi bergabung dengan BUMN. Namun, dia memperkirakan kemungkinan hal itu dilakukan bulan Desember mendatang.

Ketika ditanya kesediaan menjabat di BUMN, Ahok menjawab siap membantu demi negara. "Saya kalau buat negara, ya, saya mau. Apa aja untuk bantu negara saya mau," tutupnya.

Reporter: Delvira Hutabarat

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Baca juga:
Ahok Kemungkinan jadi Dirut PLN atau Inalum
Bos LinkAja Sebut Bakal Dapat Suntikan Modal dari 8 BUMN dalam Waktu Dekat
Menko Luhut Ungkap Alasan Ahok Ditawari Jabatan di BUMN
Sambangi Menteri Erick Thohir, Ahok Ditawari Jabatan di BUMN
BTN Incar Peningkatan Dana Murah di Bengkulu
Dapat Utang USD 1,5 Miliar, PLN Gunakan Untuk Modali Proyek Kelistrikan
Bos Bulog Beberkan Alasan Impor Daging Sapi dari Brasil Dibatalkan

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.