Walau Bermasalah, Produk Asuransi Jiwasraya Tetap Dibeli Masyarakat

UANG | 17 Januari 2020 14:28 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - PT Asuransi Jiwasraya tengah menghadapi persoalan keuangan gagal bayar yang cukup pelik. Perusahaan pelat merah tersebut diduga menyebabkan negara mengalami kerugian lebih dari Rp13,7 Triliun.

Walau tengah menghadapi masalah besar, asuransi milik negara tersebut nampaknya masih banyak diminati oleh masyarakat. Salah satu perusahaan yang memasarkan produk Jiwasraya adalah LinkAja.

"Jiwasraya kan memang ada produknya di LinkAja. Kalau dibilang ada yang beli pasti ada. Apakah bisa berkembang lebih jauh pasti jawabannya bisa. Jadi mereka masuk di asuransi," ujar Chief Marketing Officer LinkAja, Edward K Suwignjo di Ariobimo, Jakarta, Jumat (17/1).

Adapun produk yang ditawarkan oleh Jiwasraya adalah perlindungan demam berdarah dengan premi Rp10.000 periode 30 hari dengan nilai pertanggungan Rp3 juta. Produk tersebut cukup banyak diminati masyarakat.

"Jiwasraya itu, pertamanya masuk soal demam berdarah. Karena waktu itu sedang musim demam berdarah. Kalau ini kita buka kaya marketplace saja siapa yang punya produk silakan masuk di situ," jelas Edward.

Dia melanjutkan, selain Jiwasraya, LinkAja juga memasarkan beberapa asuransi lain seperti CAR, Axa, BPJS Kesehatan, BNI Life dan lain-lain. Dari sekian banyak produk asuransi tersebut paling banyak diminati adalah BPJS Kesehatan.

"Di LinkAja tidak hanya Jiwasraya, ada CAR, ada BNI life. Tapi paling besar itu BPJS Kesehatan karena orang mungkin mengenal asuransi dari BPJS Kesehatan. Angka nasabahnya naik terus tuh," tandasnya.

1 dari 1 halaman

Kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung Cekal 13 Orang

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengungkap, kemungkinan bertambahnya jumlah tersangka baru dalam kasus Jiwasraya. Saat ini Kejagung sudah menetapkan 5 tersangka dalam kasus tersebut.

"Perkembangannya ada 13 orang kita lakukan pencekalan. Jadi dimungkinkan saja (tersangka)," katanya, Jumat (17/1).

Dia mengungkapkan, pemeriksaan kasus yang diduga merugikan negara hingga triliunan rupiah itu masih terus berlangsung. Kejagung masih melakukan penggeledahan dan penyitaan terhadap sejumlah aset yang diduga berkaitan dalam kasus tersebut.

"Yang pasti pemeriksaan saksi masih terus berlangsung, kemudian kita lakukan penggeledahan-penggeledahan dan penyitaan untuk penyelamatan aset," jelasnya.

Meski begitu, Burhanuddin mengaku, belum dapat mentotal nilai dari seluruh aset yang berhasil disita dari sejumlah tersangka.

"Belum dihitung (aset), setiap hari sekarang sampai malam kita sampai jam 3 jam 4, tapi terus terang saja saya tidak ingin penyitaan itu menjadi ramai," ujarnya.

Namun, dia memastikan, pengungkapan kasus dugaan tindak pidana korupsi itu benar dan sesuai aturan.

"Kami ingin penegakan hukum yang betul-betul sesuai aturan dan ketentuan dan tidak gaduh. 13 itu baru dicekal, jadi bisa saja. Sementara hampir asetnya di Banten, tapi tidak hanya banten ada di kota ada di Jakarta," tutup Burhanuddin. (mdk/idr)

Baca juga:
Menko Luhut Usul Tersangka Kasus Jiwasraya Dimiskinkan
Kasus Jiwasraya, Kejaksaan Agung Cekal 13 Orang
Erick Thohir Ngaku Sering Diancam Setelah Kasus Jiwasraya dan Asabri Mencuat
Kejagung Periksa Pejabat PT Hanson International Terkait Kasus Korupsi Jiwasraya
Wakil Ketua Sebut Panja Bentuk Respon Cepat DPR Terhadap Kasus Jiwasraya
Kasus Jiwasraya, Kejagung Sita Mobil dan Sertifikat dari Tersangka Syahwirman

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.