Wamen BUMN Minta PTPN Tingkatkan Produksi Gula

Wamen BUMN Minta PTPN Tingkatkan Produksi Gula
Pahala Nugraha Mansury. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko
EKONOMI | 19 April 2022 17:30 Reporter : Idris Rusadi Putra

Merdeka.com - Wakil Menteri BUMN I Pahala Nugraha Mansury meminta Holding Perkebunan Nusantara PTPN III untuk meningkatkan produksi gula di Tanah Air. Tak hanya itu, Pahala juga mengingatkan agar perusahaan membina petani tebu yang memasok bahan baku untuk pabrik.

Pahala mengakui, hingga saat ini Indonesia masih kekurangan produksi gula. Nilai produksi tidak mencukupi untuk memenuhi konsumsi.

"Produksi dibanding konsumsi, Indonesia impor gula cukup besar. Ini yang jadi concern utama presiden," ucap Pahala di Jakarta, Selasa (19/4).

Pahala menyebut, PTPN punya pabrik gula terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, produktivitas harus terus digenjot untuk memenuhi kebutuhan.

"Ditingkatkan produktivitasnya, pembinaan petani tebu sekitar juga karena tebu merupakan komoditas yang bahkan lebih 70 persen tebu milik PTPN, berasal dari petani," katanya.

2 dari 2 halaman

PTPN Lipatgandakan Produksi

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) berambisi melipatgandakan produksi gula hingga 1,8 juta ton pada 2025 mendatang. Sejumlah upaya dilakukan, termasuk membentuk PT Sinergi Gula Nusantara sejak Agustus 2021.

PT Sinergi Gula Nusantara merupakan gabungan tujuh anak perusahaan pengelola perkebunan tebu, yaitu PTPN II di Sumatera Utara, PTPN VII di Lampung, PTPN IX di Jawa Tengah, PTPN X, PTPN XI, dan PTPN XII di Jawa Timur, serta PTPN XIV di Sulawesi Selatan.

Restrukturisasi bisnis gula tersebut merupakan bagian dari 88 Program Strategis Kementerian BUMN masa bakti Kabinet Indonesia Maju 2020-2024. Ini juga sejalan guna mengakselerasi ketahanan gula nasional. Sinergi ini diyakini mampu untuk menghadirkan kesejahteraan bagi petani tebu ke depannya.

Pembentukan PT SGN ini memiliki 3 inisiatif utama yaitu Modernisasi Pabrik Gula, Intensifikasi melalui peningkatan produktivitas, serta Ekstensifikasi Lahan dengan cara sinergi BUMN dan program kemitraan dengan petani tebu.

"Dengan demikian, persoalan disparitas kinerja pabrik gula PTPN dapat terselesaikan. Tahun 2021, sebelum transformasi bisnis gula dilakukan, sebenarnya beberapa pabrik gula kami sudah memiliki kinerja optimum dengan harga pokok produksi sekitar Rp 8.000," ujar Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), M. Abdul Ghani di Jakarta, Jumat (14/1). (mdk/idr)

Baca juga:
4 Komoditas Perlu Diwaspadai Ketersediaannya Pasca Lebaran, Termasuk Gula
Wapres: Pemerintah Ingin Mandiri Pasokan Gula dan Dongkrak Kesejahteraan Petani Tebu
Asosiasi Pastikan Stok Gula Rafinasi Aman Sampai Lebaran 2022
Kemendag Terbitkan Izin Impor, Stok Gula dan Daging Sapi Dijamin Aman
Begini Strategi PTPN Kejar Target Produksi Gula 1,8 Juta Ton di 2025
Pesan Bos PTPN III ke Karyawan: Swasembada Gula Harus Tercapai di 2024

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami