Wamenkeu: Dunia Internasional Akui RI Sangat Disiplin Jaga Defisit APBN

Wamenkeu: Dunia Internasional Akui RI Sangat Disiplin Jaga Defisit APBN
UANG | 29 September 2020 10:22 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menyebut Indonesia terkenal dalam sejarah sebagai negara yang pengelolaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sangat disiplin dalam menjaga defisit. Defisit APBN di Tanah Air selalu di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

"Kita melakukan (defisit) itu sejak mengeluarkan Undang-Undang Keuangan Negara 2003. Kita sangat disiplin dunia internasional mengakui Indonesia itu sangat disiplin," kata dia dalam webinar di Jakarta, Selasa (29/9).

Namun dalam situasi pandemi Covid-19, pemerintah menyadari tidak bisa menjaga defisit APBN di angka 3 persen. Sebab penerimaan negara terkoreksi sangat dalam. Namun di satu sisi belanjanya harus naik. Sehingga mau tidak mau defisitnya pun menjadi membengkak.

"Situasi seperti Covid saat ini tidak mungkin menurunkan belanja-belanja malah menjadi tulang punggung APBN APBD. Karena itu belanjanya harus kita pastikan cukup dan bermanfaat," katanya.

Atas dasar itu lah, kemudian pemerintah mengeluarkan Perppu 1 Tahun 2020 yang kemudian telah disetujui menjadi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2020 yang mengizinkan pemerintah melakukan defisit lebih dari 3 persen. Defisit diperlebar menjadi 6,34 persen.

"Defisit tersebut sampai dengan tahun 2022. Jadi bukannya tidak terbatas tapi terbatas sampai 2022 untuk menangani pandemi covid ini," tandas dia. (mdk/azz)

Baca juga:
Penerimaan Negara Turun, Sri Mulyani Perlebar Defisit Anggaran 0,2 Persen di 2021
Pemerintah Diminta Hati-Hati dan Konsisten Jaga Defisit Anggaran
Penjelasan Pemerintah soal Melebarnya Defisit dan Pembiayaan Utang di 2020 dan 2021
Penerbitan UPK Rp 75.000 Tak Tambah Jumlah Uang Beredar di Masyarakat
Hingga Juli 2020, Defisit APBN Capai Rp330 Triliun
Pemerintah Berencana Tarik Utang Rp 971,2 Triliun di 2021

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami