Wapres JK Pidato Terakhir: Sudahi Minta Bantuan, Waktunya Diplomasi Tangan di Atas

UANG | 18 Oktober 2019 13:09 Reporter : Dwi Aditya Putra

Merdeka.com - Wakil Presiden, Jusuf Kalla (JK) menyampaikan pidato terakhirnya dalam acara peluncuran lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional atau Indonesia Agency for International Development, di Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Jumat (18/9). Dalam kesempatan itu, Wapres JK mengungkapkan peran penting Indonesia sebagai negara perdamaian dunia.

"Sebagai anggota G-20 tentulah penting juga untuk saling membantu dengan negara-negara yang membutuhkan. Karena itulah perlu kerja sama ekonomi dengan negara-negara lain agar sesuai tujuan konstitusi, lebih meningkatkan perdamaian dunia," kat JK dalam sambutannya.

Wapres JK menyebut, negara maju tidak mungkin tanpa adanya perdamaian. Perdamaian juga akan tumbuh apabila ekonomi berkembang baik di kota-kota lain. Untuk itu, dibutuhkan suatu lembaga atau kerja sama ekonomi dalam hal ini Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional atau Indonesia Agency for International Development.

"Selalu saya gambarkan bahwa sudah cukup kita ini mempunyai prinsip meminta bantuan. Sudah waktunya juga diplomasi tangan di atas," kata dia.

Di akhir sambutannya, Wapres JK menutup pidatonya terakhirnya sebagai seorang Wakil Presiden. Dia jiga menyampaikan permintaan maaf serta terima kasih yang sebesar-besarnya karena diberikan kepercayaan dan bisa bekerja sama selama 5 tahun dalam Pemerintahan Jokowi.

"Karena hari ini hari hari terakhir kerja bagi saya selama lima tahun jadi wakil presiden. Dan pidato saya ini pidato terakhir, ini terakhir betul, nanti sore akan makan-makan dengan presiden saja.

Menurut JK, selama menjabat kurang lebih selama 5 tahun, dirinya telah menyampaikan sebanyak 600 pidato. Dan pada hari ini menjadi pidato yang ke 601 sekaligus menjadi terakhir untuk dirinya.

"Dan tentunya saya ingin menyampaikan terima kasih kepada jajaran yang selalu bekerja sama dan membantu selama lima tahun," tandas dia.

Seperti diketahui, masa jabatan JK sebagai Wakil Presiden hari ini akan berakhir. Selanjutnya tongkat estafet kepemimpinan baru jatuh kepada Joko Widodo dan Maruf Amin yang telah ditetapkan sebagai pemenang dalam pilpres 2019. Keduanya akan dilantik sebagai presiden dan wakil presiden pada Minggu, 20 Oktober 2019.

Baca juga:
Pemerintah Resmi Luncurkan Lembaga Penyaluran Hibah Negara Berkembang
JK: Tak Ada Negara di Dunia Dapat Tangani Terorisme dengan Cepat Dibandingkan Polri
Wapres JK: Jangan Kita Jadi Anggota Dewan HAM tapi Ada Pelanggaran di Dalam Negeri
Jenderal Tito ke JK: Saya Fans Berat Bapak, Selalu Memperhatikan
Kenang-kenangan Polri untuk Wapres JK yang Segera Purna Tugas
Cerita Wapres JK Selesaikan Konflik di Daerah Hingga Urus Menteri Malas

(mdk/idr)