Wapres JK Tegaskan Jika Utang Negara Tidak Dipakai Untuk Foya-foya

UANG | 30 Januari 2019 10:16 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo

Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla memberikan penjelasan mengenai aksi utang pemerintah yang beberapa waktu terakhir kerap menjadi perdebatan. Menurut Wapres JK, berutang bukanlah sesuatu yang harus dikhawatirkan selama negara memiliki kemampuan membayar.

Wapres mengatakan utang dibutuhkan karena kemampuan penerimaan Indonesia belum maksimal. Padahal, negara membutuhkan dana tidak sedikit untuk melakukan pembangunan.

"Mengelola negara sama seperti perusahaan kalau mau dikembangkan butuh dana. Kalau dana tidak cukup butuh dari luar (utang)," ujarnya saat ditemui di Kantornya, kemarin.

Wapres JK menegaskan satu hal yang perlu diketahui masyarakat ialah pemerintah tidak berutang demi foya-foya. Utang saat ini selalu digunakan untuk pembiayaan yang produktif.

"Kita tidak berutang untuk foya-foya seperti jalan-jalan atau bangun kantor baru," tuturnya.

Dia mengatakan pembangunan yang dilakukan melalui utang bertujuan untuk menumbuhkan perekonomian. Saat ekonomi bertumbuh, negara mendapat manfaat dari peningkatan penerimaan pajak untuk membayar utang tersebut.

"Maka utang tidak masalah asal kita mampu membayar."

Sebelumnya, Calon Presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto mengomentari para elite politik yang kerap berutang kepada asing. Menurutnya, kondisi kerap berutang ini membuat Indonesia tak bisa menjadi negara yang berdikari.

"Semua itu karena bangsa kita utang. Bangsa kita hidup dari utang. Bayar gaji dari utang. Bisa berbuat apa-apa dengan utang. Ini bukan ekonomi bisa langgeng, bisa lanjut. Tidak ada negara yang bisa hidup hanya dari utang," papar Prabowo.

Baca juga:
Soal Menteri Pencetak Utang, TKN Jokowi Minta Prabowo Pakai Data & Tak Asal Bicara
Luhut Soal Menteri Pencetak Utang: Tak Etis, Sri Mulyani Menkeu Terbaik di Dunia
JK Soal Menteri Pencetak Utang: Tidak Ada Utang yang Tak Kita Bayar
Sri Mulyani: Utang Pemerintah Jangan Hanya Dilihat Dari Nominal, Tapi Tujuannya
Sri Mulyani Jawab Faisal Basri: Beban Bunga Utang Naik Karena Suku Bunga Tinggi
4 Fakta Sindiran Prabowo Soal Menteri Pencetak Utang
Kemenkeu Soal Utang Naik 69 Persen: Pemerintah Butuh Anggaran untuk Pembangunan

(mdk/bim)