Wapres Ma'ruf Pastikan Tak Ada Perintah BUMN Selamatkan Bank Muamalat

UANG | 1 November 2019 18:49 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Wakil Presiden, Ma'ruf Amin, memastikan tidak ada permintaan dari pemerintah kepada bank badan usaha milik negara (BUMN) untuk menyelamatkan Bank Muamalat. Jika bank pelat merah ingin menyuntikkan dana segar, lanjutnya, itu murni keputusan manajemen bank tersebut.

"Oh tidak, tidak intervensi, bukan intervensi. Kalau BUMN mau masuk itu bersifat aturan sistem keuangan saja. Jadi tidak ada kemudian pemerintah: oh kamu. Oh tidak ada. Jadi pendekatannya upaya bisnis saja," ujar wapres di Kantornya, Jakarta, Jumat (1/11).

Menurut Wapres Ma'ruf, pemerintah senantiasa memperhatikan dan memperkuat stabilitas dan penguatan lembaga keuangan. Termasuk salah satunya Bank Muamalat.

"Pemerintah mendorong supaya ada penguatan melalui sistem dan cara-cara yang benar. Melalui prosesnya itu proses yang biasa. Bagaimana penguatan lembaga keuangan atau perbankan berjalan sesuai aturan-aturan yang berlaku. Semua itu hanya mendorong."

Sebelumnya, beredar kabar adanya upaya penyehatan Bank Muamalat oleh tiga bank BUMN. Mereka adalah Bank Mandiri, Bank Negara Indonesia (BNI), dan Bank Rakyat Indonesia (BRI). (mdk/bim)

Baca juga:
Bank Muamalat dan Islamic Development Bank Temui Wapres Maruf, Bahas Apa?
Fokus Incar Nasabah Ritel, Bank Muamalat Siap Right Issue Semester II 2019
OJK Syaratkan Calon Investor Bisa Buat Bank Muamalat Bersaing Dengan Konvensional
Bank Muamalat berencana terbitkan obligasi subordinasi
Pemegang saham setujui Ilham Habibie kuasai Bank Muamalat
Bank Muamalat liburkan penagihan cicilan kredit nasabah di Sulawesi Tengah
Incar dana segar Rp 2 T, Bank Muamalat kebut right issue sebelum akhir 2018

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.