Wapres Ma'ruf: Perlu Ada Kebijakan Cegah Keterpurukan Ekonomi Lebih Dalam

Wapres Ma'ruf: Perlu Ada Kebijakan Cegah Keterpurukan Ekonomi Lebih Dalam
UANG | 5 Agustus 2020 11:39 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin menilai bahwa pertimbangan pemerintah dalam menangani kondisi pandemi Covid-19 meletakan keselamatan jiwa sebagai prioritas utama. Namun, penerapan kebijakan penanggulangan penyebaran Covid-19 seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), tak pelak berdampak kepada sektor ekonomi.

"Physical distancing, serta arahan agar bekerja dan belajar dari rumah berdampak terhadap perekonomian. Sehingga pemerintah (perlu) mengeluarkan kebijakan untuk mencegah keterpurukan ekonomi yang lebih dalam," kata Ma'ruf saat mengisi Webinar Universitas Al-Azhar, Rabu (5/8).

Menurut dia, kebijakan pemerintah sejalan dengan anjuran agama yang menghendaki tidak hanya menghilangkan dharar Covid-19 tapi juga dharar ekonomi. Sehingga fokus negara saat ini adalah bagaimana menghilangkan dua dharar tersebut (izaalatul dhararain).

Dia mencontohkan, fokus dijalani saat ini adalah dengan menjaga tingkat kesejahteraan masyarakat, seperti memberikan bantuan sosial kepada masyarakat miskin dan rentan. Selain itu, ada juga fokus untuk memastikan tersedianya berbagai kebutuhan bahan pokok, menjaga kegiatan usaha agar tidak mengalami pemburukan yang lebih dalam.

"Saatnya nanti akan dapat cepat bergerak kembali, termasuk melalui kebijakan pemberian stimulus fiskal melalui insentif perpajakan dan berbagai kemudahan lain," harap Ma'ruf.

Reporter: Muhammad Radityo

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2020 Minus 4,19 Persen
Lebaran Dinilai Tak Mampu Angkat Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II 2020
Rekomendasi Bank Dunia untuk Pemulihan Ekonomi RI, Termasuk RUU Cipta Kerja
Resesi Uni Eropa Dinilai Bakal Pengaruhi Ekonomi Indonesia
Deretan Negara yang Resmi Masuk Jurang Resesi Akibat Pandemi Corona
Pemerintah Diimbau Lakukan Ini untuk Redam Ancaman Resesi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami