Wapres: Perekonomian Kuat dengan Pemberdayaan UMKM dan Maksimalkan Potensi Zakat

Wapres: Perekonomian Kuat dengan Pemberdayaan UMKM dan Maksimalkan Potensi Zakat
Maruf Amin. ©2019 dok.Setwapres RI
EKONOMI | 9 Oktober 2020 10:54 Reporter : Anisyah Al Faqir

Merdeka.com - Wakil Presiden, Maruf Amin mengatakan perekonomian di Indonesia akan menjadi kuat jika ekonomi kerakyatan mampu berdaya saing. Ekonomi kerakyatan ini bisa mencapai tujuan tersebut dengan menjalankan dua pilar yakni pemberdayaan UMKM dan memaksimalkan potensi zakat, infaq dan sedekah.

"Ekonomi Kerakyatan di negeri ini akan kuat dan berdaya saing apabila ditopang oleh dua pilar utama. Kedua pilar ini harus memperoleh perhatian dari semua kalangan," tutur Maruf dalam High Level Seminar: Peran Serta Pengusaha Nahdliyin dalam Revitalisasi Ekonomi Nasional, Jakarta, Jumat (9/10).

Pilar pertama, menggerakkan pemberdayaan UMKM sebagai sektor yang paling banyak menjangkau masyarakat. Maruf menuturkan, kesuksesan pengembangan dan pemberdayaan UMKM menjadi pintu gerbang bagi terwujudnya keadilan ekonomi dan pemerataan hasil pembangunan di Indonesia.

"Apalagi sebagian besar warga Nahdlatul Ulama juga bergerak di sektor UMKM ini," kata dia.

Pilar kedua, dengan menggerakkan filantropi berupa optimasi potensi Zakat, Infaq, Sedekah dan wakaf sebagai Islamic Social Fund. Sebagai organisasi Islam, Nahdlatul Ulama merupakan organisasi umat Islam terbesar di Indonesia bahkan mungkin di dunia.

Saat ini jumlah warga NU yang mencapai lebih dari 100 juta individu. Artinya potensi Zakat, Infaq, Sedkah dan wakaf dari warga NU tentu sangat besar.

"Karena itu, peran Lembaga Amil Zakat NU atau yang populer disingkat NUcare-LAZISNU akan lebih besar," kata dia.

2 dari 2 halaman

Dana Digulirkan untuk UMKM

untuk umkm

LAZISNU kata Maruf, memang saat ini sudah memulai kerja dengan baik dalam memobilisasi warga NU. Ini dilakukan melalui Gerakan Kotak Infaq atau KOIN NU yang sudah merata di mana-mana.

Maruf mengatakan seharusnya kesadaran berzakat, berinfaq, bersedekah dan berwakaf itu bisa digalang dan dimanfaatkan menjadi modal produktif. Kemudian dana yang terhimpun digulirkan untuk jutaan UMKM aktif di kota dan desa.

Sehingga ini akan menjadi faktor pembeda bagi pembangunan ekonomi nasional. Lalu dapat berkontribusi pada kehidupan yang lebih adil dan makmur, terjamin dan sejahtera kehidupan akhiratnya.

"Sehingga menjadi Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghafur," katanya.

(mdk/idr)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami