Wawancara Dirut KAI, Strategi Tingkatkan Pengguna Kereta Bandara

UANG | 17 Mei 2019 10:00 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus menyediakan infrastruktur kereta untuk menunjang moda transportasi di Indonesia. Salah satunya penyediaan kereta bandara untuk memudahkan masyarakat tiba di bandara.

Untuk meningkatkan jumlah pengguna kereta bandara, PT KAI telah menyiapkan strategi. Berikut wawancara khusus Merdeka.com dengan Direktur Utama PT KAI Edi Sukmoro.

Tanya: Peminat kereta bandara masih sepi, bagaimana caranya agar menarik minat masyarakat?

Jawab: Bandara Soekarno-Hatta ya ini, pertama harus diketahui bahwa destinasi atau tempat ketibaan sebenarnya bukan di Stasuin BNI 46. Desain awalnya itu adalah di Manggarai. Makanya sedang diselesaikan itu Manggarai sehingga begitu selesai maka tempat parkir tempat boarding itu jauh lebih memadai dibanding Sudirman dan Stasiun BNI 46. Kalau itu sudah jadi, harapan kami meningkat okupansinya.

Sekarang ini dengan adanya MRT, penumpang kereta bandara meningkat karena mereka yang ingin naik kereta, mereka bisa menyambung dr MRT karena bersebelahan dengan Sudirman. Harapan kami bisa menambah dari Bekasi menuju bandara. Ternyata Bekasi ke bandara ini okupansinya lumayan tinggi. Masyarakat Bekasi ke bandara memilih naik kereta bandara ketimbang bawa mobil atau kendaraan umum.

Selanjutnya kami sedang berpikir apakah memungkinkan kereta bandara berangkat dari Stasiun Kota. Karena Stasiun kota juga ada stasiunnya. Dari Kampung Bandan-Duri. Duri masuk ke bandara juga. Kalau memungkinkan kita siapkan juga untuk dibuka. Sehingga tidak perlu jauh ke Sudirman naik kereta bandara.

Sejauh ini peningkatan kapasitas ke bandara meningkat perlahan terutama sejak adanya MRT ini. Karena tidak perlu memikirkan parkir dan akses yang tidak bisa karena Minggu car free day. Dengan adanya MRT orang yang ke Lebak Bulus dia bisa naik MRT berhenti di Dukuh Atas naik Sudirman bablas ke bandara.

Tanya: Akan ada penambahan jadwal keberangkatan?

Jawab: Yang pasti iya, kita pikirkan menambah jadwal frekuensi daripada jalur Bekasi ke bandara karena permintaannya cukup baik. Yang harus kita perhatikan adalah integrasi antara kereta bandara dan Skytrain di bandara. Karena begitu turun dia naik skytrain itu dulu.

Kita harus menggarisbawahi kerja sama skytrain dan kereta bandara harus inline. Sehingga masyarakat itu dimudahkan kalau dia susah naiknya malas dia naik kan. Maka itu kita sedang pikirkan bagaimana inline dengan skytrain karena kedatangan pesawat itu juga tidak ada batasnya. Kalau ini bisa dirangkul ini Intermoda yang sangat baik untuk mengantar orang ke Bekasi.

Tanya: Fokusnya kerja sama dengan skytrain ini ya Pak?

Jawab: Iya, sekarang KAI koordinasi terus menerus supaya lebih baik. Karena volume angkut kereta bandara dari bandara itu jauh lebih besar dari skytrain. Sehingga kalau bisa diintegrasikan efektivitas dari angkutan bandara akan lebih baik.

Baca juga:
Sambut Ramadan, Peragaan Busana Muslim Hiasi Kereta Bandara
Anies Baswedan Resmikan Kawasan Terintegrasi Dukuh Atas
Mulai Bulan Ini, Kereta Bandara Soekarno-Hatta Beroperasi dari Stasiun Manggarai
Tingkatkan Okupansi, KAI Usul Diskon Tarif Kereta Bandara Terus Dilakukan
Dirut Railink perkenalkan kartu Perfeq Rider ke CEO KLY
PT Railink dan KLY Network buka rencana kerja sama

(mdk/azz)