Wijaya Karya Beton Tengah Lebarkan Sayap Bisnis ke Afrika dan Filipina

UANG | 21 Agustus 2019 13:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - PT Wijaya Karya Beton Tbk (Wika Beton) sedang melakukan ekspansi bisnis ke Afrika, tepatnya Maroko. Di mana, perseroan berencana untuk membuka pabrik beton precast di negara bagian Afrika Utara tersebut.

Direktur Keuangan Wika Beton, Imam Sudiyono, menyampaikan pihaknya beberapa waktu lalu telah mensuplai dan mengoperasikan pabrik beton di negara Afrika lainnya, yakni Aljazair.

"Proyeknya sudah selesai kita jual ke sana, kita balik ke sini. Tapi nanti kalau ada proyek baru lagi yang memang butuh precast, kita pasti akan support. Polanya mungkin seperti itu juga," ujar dia di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (21/8).

Waskita Beton juga disebutnya telah bersinergi dengan beberapa perusahaan holding untuk beberapa proyek, seperti di Somalia dan Nigeria. "Itu juga kita akan mendapatkan turunan dari kerjasama tersebut. Bisa jadi kita akan membangun pabrik-pabrik lagi di situ," sambungnya.

Berdasarkan laporan Wika Beton, pabrik yang telah terbangun di Aljazair dalam sehari bisa memproduksi sekitar 60-100 batang beton precast. Hasil produksi itu kemudian digunakan untuk proyek jalan dan jembatan di sana.

Selain di Afrika, Direktur Operasi Waskita Beton I Ketut Pasek Senjaya Putra mengatakan, perseroan juga diajak untuk membangun pabrik beton precast di negara tetangga yakni Filipina.

"Satu lagi di Filipina. Filipina juga dari pihak pemerintahan, Kementerian PUPR Filipina juga pingin mengundang Wijaya Karya Beton untuk mendirikan pabrik di sana," ujar dia.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
2019, Konstruksi Kereta Cepat Jakarta-Bandung Ditargetkan Capai 50 Persen
Wijaya Karya Bidik Proyek di Afrika Senilai Rp2 Triliun
Semester I-2019, Capaian Kontrak WIKA Hanya Rp15,2 Triliun
Dirut WIKA: Pembebasan Lahan Proyek Kereta Cepat Tinggal 2,7 Persen
Semester I-2019, WIKA Bukukan Laba Bersih Rp1,01 Triliun
Proyek-Proyek Besar yang Digeber Jokowi pada Periode Kedua
WIKA, PTPN VIII dan RNI Sinergi Kembangkan Kawasan Industri Subang

(mdk/bim)