WIKA Realty bakal melantai di bursa saham pada awal 2018

UANG | 30 Oktober 2017 19:44 Reporter : Siti Nur Azzura

Merdeka.com - Direktur Keuangan PT Wijaya Karya Tbk, A N Steve Kosasih mengatakan anak perusahaan PT Wijaya Karya (persero) Tbk. yakni PT WIjaya Karya Realty akan melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) atau go public di awal 2018.

Nantinya, hasil dari go public tersebut dimanfaatkan untuk pembangunan lahan, guna mendukung mobilitas dan penyediaan tempat tinggal bagi masyarakat Indonesia. Sehingga, kondisi keuangan anak usaha dari BUMN karya ini bisa menjadi lebih baik.

"Wika realty akan IPO di awal tahun depan. Ini upaya kami mendukung mobilitas dan penyediaan tempat tinggal bagi masyarakat di Indonesia, khususnya di Jakarta," kata Steve di Jakarta, Senin (30/10).

Selain itu, Wika Realty juga telah meraih peringkat investment grade BBB+ dengan Stable Outlook dari lembaga pemeringkat PEFINDO. Menurutnya, hal ini merupakan suatu kebanggaan bagi WIKA Group, mengingat industri konstruksi dan properti saat ini masih lesu.

Dengan diraihnya peringkat tersebut, perusahaan di bidang usaha Realty, Property Management dan Jasa Konstruksi ini langsung mendapatkan dana segar dari Medium Terms Notes (MTN VI) pada akhir minggu lalu sebesar Rp 500 miliar. Dengan begitu, WIKA Realty menargetkan akan mencatatkan sahamnya melantai di Bursa Efek Indonesia pada kuartal pertama 2018 nanti.

"Dana dari investor tersebut akan digunakan Wika Realty untuk berinvestasi di banyak lahan properti, untuk usahanya, dan juga untuk sedikit refinancing. Apalagi kalau sudah IPO di awal tahun depan saya yakin Wika Realty bisa lebih baik lagi," imbuh Steve. (mdk/sau)

Cerita bos PGN di Unair, dari sejarah berdiri hingga melantai di bursa saham RI

SRIL raup laba kuartal III Rp 643,7 miliar dan penjualan Rp 7,8 triliun

IHSG cetak rekor baru di atas level 6.000, ini kata Menteri Darmin

Kata Jokowi soal IHSG cetak rekor baru di level 6.000

Sri Mulyani soal IHSG cetak rekor ke level 6.000: Mencerminkan fundamental ekonomi RI

Jaga lingkungan, Bekasi Fajar Industrial Estate tanam belasan ribu pohon mangrove

Kuartal III 2017, GMF bukukan laba Rp 515,9 M dan pendapatan Rp 4,2 T

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.