Wisma Atlet Kemayoran Bakal Jadi Penampungan Pasien Corona

Wisma Atlet Kemayoran Bakal Jadi Penampungan Pasien Corona
UANG | 18 Maret 2020 15:29 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah bakal menjadikan Wisma Atlet Asian Games di Kemayoran, Jakarta sebagai tempat isolasi pasien positif virus corona. Nantinya, rencana tersebut akan dikoordinasikan bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"BNPB mengkoordinasikan pemanfaatan Wisma Atlet yang akan dikonversi menjadi tempat isolasi bagi pasien yang positif virus corona, tetapi bagi mereka yang tidak membutuhkan dukungan tenaga medis atau rumah sakit," ujar Sri Mulyani melalui video konferensi, Rabu (18/3).

Dia menjelaskan, pasien-pasien tersebut harus diisolasi agar tak menularkan orang lain. Menurutnya, Wisma Atlet menjadi lokasi yang paling siap mengingat sejak gelaran Asian Games hingga kini belum dipergunakan.

Kendati demikian, pasien yang ditempatkan di Wisma Atlet ini adalah yang tidak menunjukkan gejala sakit. Hal ini ditunjang juga dengan dukungan tenaga medis dan tenaga kesehatan

"Wisma Atltet yang kemarin digunakan untuk Asian games di Kemayoran masih belum digunakan sehingga menjadi tempat yang paling siap dari sisi fasilitas, listrik, air, tempat tidur ada di sana," ujarnya.

Selain itu, BPNB dan Kemenkes, juga akan menyiapkan pengadaan untuk bahan Rapid Test dan akan didistribusikan ke rumah sakit daerah yang banyak terkena dampak Covid-19.

1 dari 1 halaman

Eks Pengungsian Rakyat Vietnam

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) saat ini tengah membangun fasilitas khusus bagi pengidap virus corona di Pulau Galang, Kepulauan Riau. Tempat ini akan memanfaatkan lokasi eks penampungan pengungsi Vietnam yang difungsikan pada 1979-1996.

Direktur Jenderal Cipta Karya Kementerian PUPR Danis H Sumadilaga menjelaskan, fasilitas khusus corona itu nantinya akan terbagi ke dalam dua area terpisah, yakni untuk tempat observasi dan bangunan pendukung.

"Nah ada dua area. Yang lama eks pengungsi Vietnam dengan kondisi yang ada akan menjadi bangunan pendukung. Misalnya untuk rumah dokter, rumah perawat, tenaga medis, dapur laundry, gudang, dan sebagainya," terangnya di Jakarta, Kamis (12/3).

Sementara untuk tempat observasi dan karantina virus corona yang terdiri dari sekitar 400 kasur akan dibangun di samping fasilitas pendukung tersebut.

"Di sampingnya kita akan bangun semacam tempat observasi. Ruang-ruangan sebanyak 400 bed," sambungnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com (mdk/azz)

Baca juga:
Cegah Panic Buying, Pemerintah Diminta Prioritaskan Pemenuhan Kebutuhan Pokok
CEK FAKTA: Tidak Benar Ada Pasien Terdiagnosa Virus Corona di RS Syarif Hidayatullah
Makin Mahal, Harga Masker di Pasar Pramuka Rp500.000/Boks Imbas Virus Corona
Warga Bekasi yang Alami Gejala Mirip Corona Akan Dijemput dan Dibawa ke RS
Pasien Dalam Pengawasan Meninggal di RSUP Adam Malik Picu Keresahan Warga Medan
CEK FAKTA: Informasi Presiden Donald Trump Luncurkan Vaksin Virus Corona Tidak Benar

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Menolak Bahaya Lebih Baik Daripada Mengejar Manfaat

5