Wujudkan Swasembada Pangan, DPR Minta Kementan Tak Pangkas Alokasi Subsidi Pupuk

Wujudkan Swasembada Pangan, DPR Minta Kementan Tak Pangkas Alokasi Subsidi Pupuk
UANG | 24 Januari 2020 13:10 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) dalam beberapa tahun ini tercatat telah memangkas jumlah pupuk bersubsidi. Sebelumnya pupuk subsidi dialokasikan sebanyak 9,55 juta ton, dan tahun 2019 turun menjadi 8,6 juta ton. Tahun 2020 mendatang alokasi turun lagi menjadi 7,9 juta ton.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPR RI Johan Rosihan menilai seharusnya Kementan tidak mengurangi jumlah pupuk subsidi ini. Hal ini bertolak belakang dengan misi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam mewujudkan swasembada pangan di Indonesia.

"Daripada mengurangi subsidi pupuk, Kementan itu lebih baik perbaiki data saja, fokus saja di situ. Menteri Pertanian waktu itu janji akan melakukan perbaikan data dalam waktu 1,5 bulan sejak November, ini bagaimana?," kata dia di Jakarta.

Selama ini, pupuk subsidi sangat mempengaruhi produksi dan kesejahteraan para petani. Apalagi, pupuk subsidi ini banyak digunakan untuk tanaman padi, yang notabene sebagai makanan pokok seluruh masyarakat di Indonesia.

Mengenai kuota pupuk subsidi, Johan mengaku akan mengusulkan kepada Kementan untuk melakukan penambahan kuota. Jika tidak, dikhawatirkan akan meningkatkan harga pupuk dan mengurangi kesejahteraan petani.

Hal tersebut senada dengan aspirasi para petani yang tergabung dalam Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTNA).

Baca Selanjutnya: Potensi Kenaikan Harga Pupuk...

Halaman

(mdk/idr)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami