Yenny Wahid: Garuda Indonesia Tidak Boleh Terbitkan Utang Baru

Yenny Wahid: Garuda Indonesia Tidak Boleh Terbitkan Utang Baru
UANG | 27 Februari 2020 17:03 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Komisaris Independen PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) Yenny Wahid menegaskan, bahwa Garuda Indonesia tidak boleh menerbitkan utang yang baru, melainkan dirinya mendukung jika adanya restrukturisasi dan Pembiayaan kembali (Refinancing).

"Tapi intinya bahwa kita mendorong bahwa upaya-upaya korporasi yang perlu dilakukan untuk memastikan kita tidak gagal bayar. Nanti kita lihat, direksi akan melaporkan rencana aksi korporasinya seperti apa dari situ kita lihat, apakah kita setujui atau tidak, dengan tidak boleh ada penerbitan utang baru, karena hubungannya dengan covenant (perjanjian), tapi restrukturisasi, refinancing sebagainya silakan saja itu, tapi tidak menerbitkan utang baru," kata Yenny dalam konferensi pers Direksi dan Komisaris PT Garuda Indonesia, di Gedung Garuda Indonesia, Jakarta, Kamis (27/2).

Nantinya, barulah keputusan akan diputuskan oleh komisaris, dengan mempertimbangkan segala resiko yang diambil oleh pihak direksi dalam menyelesaikan utang-utang Garuda.

Namun, hal itu berbeda dengan yang disampaikan oleh Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra, yang menyatakan bahwa pihaknya saat ini tengah menyiapkan sejumlah langkah untuk melunasi utang-utang Garuda, salah satunya melalui utang baru.

Hal itu dia katakan saat melakukan kunjungan ke Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Jumat (24/2). Karena memang pihaknya yakni para direksi Garuda sedang mengupayakan negosiasi dengan mencari utang baru.

Namun, dalam konferensi pers bersama Yenny Wahid dan Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Triawan Munaf, Irfan mengatakan bahwa direksinya tetap optimis dengan melakukan diskusi dengan berbagai pihak, terkait utang.

"Soal utang ini, restructure lah, kita semua orang punya credential, capability, untuk melakukan ini. Saya punya keyakinan Pak Fuad, Direktur Keuangan kami, punya kemampuan yang sangat menakjubkan dalam mengelola itu. Yang penting, anda lihat masih terbang gak? Kalau terbang berarti persoalan utang berarti diselesaikan dalam ruangan tutup," ujar Irfan.

Baca Selanjutnya: Utang Jatuh Tempo...

Halaman

(mdk/azz)

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami