YLKI : Ojek Online Boleh Beri Diskon Tarif Asal Tak Salahi Aturan

UANG | 13 Juni 2019 11:05 Reporter : Anggun P. Situmorang

Merdeka.com - Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI)Tulus Abadi angkat bicara soal rencana pembatasan diskon tarif Ojek Onlineyang tengah dikaji Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menurutnya, diskon pada tarif transportasi online seharusnya tidak menjadi masalah.

"Asal tarif yang telah dipotong diskon oleh operator atau partnernya masih dalam rentang Tarif Batas Bawah (TBB) sampai dengan Tarif Batas Atas (TBA)," kata dia melalui siaran pers, Jakarta, Kamis (13/6).

Terkait hal itu, saat ini sudah ada Keputusan Menteri Perhubungan (Kepmenhub) No. KP 348 tentang pedoman perhitungan biaya jasa penggunaan sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat yang dilakukan dengan aplikasi.

Dalam aturan itu dijelaskan tentang ketentuan tarif transportasi online berdasar biaya batas bawah, biaya batas atas, dan biaya jasa minimal ditetapkan berdasarkan sistem zonasi.

"Jadi, diskon itu tidak bisa diterima ketika penerapannya di bawah TBB. Kalau diskonnya bermain di antara ambang TBB-TBA itu tidak masalah. Tidak ada yang salah dengan diskon selama masih di rentang TBB-TBA. Sebab diskon salah satu daya pikat konsumen," tambahnya.

Tulus melanjutkan, di sinilah tugas Kemenhub untuk melakukan pengawasan jangan sampai diskon yang diberikan keluar dari rentang TBB-TBA ojek online. "Kemenhub wajib memberikan sanksi kepada operator yang memberikan harga di bawah ketentuan Kepmenhub tersebut," pungkasnya.

Sumber: Liputan6
Reporter: Ilyas Nur Praditya

Baca juga:
Pemerintah Batal Atur Promo Tarif Ojek Online
Menhub Budi Tegaskan Tak Akan Turunkan Tarif Ojek Online
Menhub Budi Sebut Evaluasi Tarif Ojol Usulan Pengemudi
Kemenhub Bakal Turunkan Tarif Ojek Online
Ojek Online di Samarinda Kaget, Ada Penumpang Bayar Pakai Uang Palsu
Menhub Harap Revisi Aturan Soal Promo Ojek Online Cegah Perang Tarif
Aturan Baru Tarif Ojek Online, Penghasilan Pengemudi Grab Naik 30 Persen

(mdk/idr)