YLKI soal cukai rokok tak naik: Pemerintah abaikan perlindungan konsumen

UANG | 6 November 2018 15:26 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Pemerintah secara resmi memutuskan untuk tidak menaikkan cukai hasil tembakau pada 2019 mendatang. Perhitungan cukai akan tetap menggunakan tingkat cukai yang telah ada sampai dengan 2018.

Ketua Pengurus Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Tulus Abadi mengatakan, keputusan pemerintah tersebut justru tidak berpihak kepada kepentingan konsumen. Kata dia, kebijakan itu justru bertentangan dengan aturan perundang-undangan yang ada.

"Ini kebijakan yang antiklimaks, karena negara artinya abai terhadap perlindungan konsumen, baik yang sudah atau calon perokok," tuturnya di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (06/11).

Tulus menambahkan, beban cukai rokok yang ada selama ini dibebankan kepada konsumen bukan kepada industri. Oleh sebab itu, kebijakan ini menurutnya hanya menunjukkan keberpihakan pada industri rokok. Keputusan ini, lanjut dia, juga akan meningkatkan populasi penyakit tidak menular yang salah satunya disebabkan oleh rokok.

"Prevalensi penyakit tidak menular seperti stroke, gagal ginjal, disebabkan salah satunya oleh rokok. Kalau cukai tidak naik, maka pemerintah mendorong agar prevalensi penyakit tidak menular ini terus meningkat," paparnya.

Tulus pun menegaskan, pemerintah telah mengabaikan nasib konsumen serta masyarakat Indonesia akibat pembatalan tarif cukai itu. "Salah satu masalah kesehatan masyarakat juga karena rokok, jadi negara di sini telah abai dalam kepentingan konsumen," terangnya.

Reporter: Bawono Yadika

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Bos bea cukai dukung keputusan Si Mrulyani tak naikkan tarif cukai rokok 2019
Cukai tak naik, Misbakhun puji Jokowi perhatikan aspirasi petani tembakau
6 Resolusi kurangi konsumsi rokok di Indonesia
Pemerintah putuskan tak ada kenaikan cukai tembakau di 2019
Buruh Jatim protes cukai rokok naik
Diumumkan 12 November, kenaikan cukai rokok tak sampai 10 persen

(mdk/idr)