Setelah Mahathir Mundur, Siapa Bakal Jadi PM Malaysia Berikutnya?

Setelah Mahathir Mundur, Siapa Bakal Jadi PM Malaysia Berikutnya?
DUNIA | 26 Februari 2020 07:31 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Mahathir Mohamad tiba-tiba mengundurkan diri pada Senin sebagai perdana menteri (PM) - menyebabkan Malaysia dalam situasi politik yang tak jelas dan menyiapkan panggung untuk pertarungan yang belum pernah terjadi sebelumnya di antara partai-partai politik yang ingin membentuk pemerintahan berikutnya.

Pengunduran diri Mahathir memicu pecahnya koalisi partai-partai yang memerintah negara itu selama kurang dari dua tahun. Koalisi Pakatan Harapan, secara tak terduga memenangkan pemilihan umum terakhir pada 2018, setelah menggulingkan koalisi saingan yang telah memerintah Malaysia selama 61 tahun sebelumnya.

Namun Mahathir diangkat sebagai PM sementara oleh Raja Malaysia beberapa jam setelah dia mengajukan pengunduran dirinya - suatu perkembangan yang menurut sejumlah analis telah membuat politisi veteran itu menjadi raja pembuat masa depan politik Malaysia.

Sebagai PM sementara, Mahathir akan terus mengawasi pemerintahan di negara itu sampai penunjukan PM dan kabinet baru.

"Saya masih berani bertaruh bahwa akan tetap Mahathir," kata James Chin, seorang pakar politik Malaysia dari Universitas Tasmania, ketika ditanya siapa yang akan memimpin Malaysia selanjutnya, seperti dikutip dari CNBC, Selasa (25/2).

Menyusul pengunduran diri Mahathir, situasi perpolitikan Malaysia penuh spekulasi bahwa koalisi Pakatan Harapan bisa kehilangan kekuasaan. Banyak media lokal, kebanyakan mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya, melaporkan bahwa Mahathir akan mengajak partai-partai oposisi untuk membentuk dan memimpin pemerintahan baru.

1 dari 3 halaman

Siapa Mahathir?

rev2

Mahathir adalah politikus veteran yang telah dua kali menjadi PM Malaysia. Dia menjabat dari 1981 hingga 2003, di mana dia memimpin koalisi partai-partai politik yang disebut Barisan Nasional.

Pemain berusia 94 tahun itu keluar dari masa pensiun untuk membentuk partainya sendiri dan bersekutu dengan mantan lawan politiknya untuk ikut dalam pemilihan umum 2018. Mahathir, dan koalisi Pakatan Harapan yang dipimpinnya, mengalahkan Barisan Nasional dalam pemilihan itu - dan untuk pertama kalinya sejak kemerdekaannya pada tahun 1957, Malaysia mengalami perubahan dalam pemerintahan.

2 dari 3 halaman

Apa Penyebab Mengundurkan Diri?

mengundurkan diri rev2

Mahathir tidak menjelaskan alasannya mengundurkan diri, tapi analis dan laporan media lokal berspekulasi terkait masalah suksesi kemungkinan menjadi isu sentral.

Sebelum pemilihan umum terakhir pada 2018, Mahathir telah berjanji bahwa Anwar Ibrahim - anak didiknya yang menjadi lawan sebelum keduanya berdamai - akan menggantikannya sebagai PM.

Beberapa laporan media sejak saat itu mengatakan pria berusia 94 tahun itu menghadapi tekanan dari pendukung Anwar untuk menetapkan batas waktu untuk menyerahkan kekuasaan.

Mahathir sering mengatakan dia perlu waktu untuk mengurangi hutang pemerintah dan mengelola negara sebelum mengundurkan diri. Tapi dia tampaknya menolak untuk berkomitmen terkait tenggat waktu kapan harus menyerahkan kekuasaan, dan itu menimbulkan kekhawatiran di kalangan analis dan investor tentang masa depan Malaysia.

Jumat lalu, para pemimpin dari koalisi Pakatan Harapan bertemu untuk membahas suksesi, yang berakhir dengan Mahathir mengatakan keputusan "bulat" dibuat untuk memungkinkan dia untuk mundur kapan pun dia mau, menurut surat kabar lokal The Star.

Tetapi spekulasi meningkat pada akhir pekan bahwa Mahathir akan menarik partainya keluar dari koalisi dan bergabung dengan beberapa partai oposisi - termasuk yang ada di koalisi Barisan Nasional yang dikalahkannya pada 2018.

3 dari 3 halaman

Masa Depan Pemerintahan Malaysia

pemerintahan malaysia rev2

Pada titik ini, koalisi Pakatan Harapan telah kehilangan mayoritas parlementernya. Sebelumnya koalisi tersebut terdiri dari empat partai politik yang memegang 129 dari 222 kursi parlemen.

Partai Mahathir mengumumkan pengunduran diri mereka dari koalisi pada hari Senin, sementara 11 anggota parlemen - termasuk beberapa menteri kabinet - meninggalkan Partai Keadilan Rakyat pimpinan Anwar Ibrahim, untuk membentuk blok independen di majelis.

Itu membuat koalisi yang berkuasa dengan 92 kursi, kurang dari 112 mayoritas sederhana yang diperlukan untuk membentuk pemerintahan.

Para pemimpin politik, baik dari Pakatan Harapan dan oposisi, telah menyuarakan dukungan mereka bagi Mahathir untuk tetap duduk sebagai PM. Tidak jelas apa langkah Mahathir selanjutnya, tetapi analis memprediksi beberapa kemungkinan; Mahathir dapat mempertahankan koalisinya dengan partai-partai yang tersisa di Pakatan Harapan tetapi dengan dukungan yang lebih besar sekarang untuk memimpin pemerintahan berikutnya, Mahathir bisa bergabung dengan partai oposisi dan koalisi oposisi Barisan Nasional serta Partai Islam se-Malaysia atau PAS bersama-sama memiliki 60 kursi di parlemen, dan Malaysia bisa mempercepat pemilihan.

"Perlombaan untuk pembentukan pemerintah baru masih terbuka lebar," kata Amir Fareed, Direktur Strategi di Konsultasi Risiko Politik KRA Group, kepada "Squawk Box Asia" CNBC pada Selasa.

Dia menambahkan, berbagai faksi politik di Malaysia akan saling merangkul satu sama lain untuk mencapai 112 kursi parlemen untuk membentuk pemerintahan berikutnya.

Tetapi terlepas dari siapa yang membentuk pemerintahan Malaysia berikutnya, Mahathir tampaknya akan tetap menjadi perdana menteri, kata Chin, pakar politik Malaysia dari Universitas Tasmania.

Dia mengatakan kepada "Street Signs Asia" CNBC pada Selasa bahwa sebagian besar partai politik tidak ingin melakukan pemilihan cepat dan berpotensi menghadapi pemilih yang marah mengikuti perkembangan terakhir. Menurutnya, para pihak malah akan cenderung memprioritaskan mencapai kesepakatan di antara mereka sendiri untuk membentuk pemerintahan Malaysia berikutnya.

"Banyak dari mereka benar-benar akan kehilangan kursi mereka. Jadi, yang mereka inginkan adalah pemerintahan baru secepat mungkin dan (yaitu) sekuat mungkin - dan satu-satunya orang yang dapat merekatkan semuanya pada saat ini adalah Mahathir," kata Chin. (mdk/pan)

Baca juga:
Memahami Peta Politik di Malaysia yang Membuat Koalisi Pemerintah Bubar
Raja Malaysia Terima Pengunduran Diri Mahathir Mohamad
Wan Azizah Disebut-Sebut Bakal Gantikan Mahathir Jadi Perdana Menteri Malaysia
Politik Malaysia Memanas, Anwar Ibrahim Mengaku Dikhianati Anggota Koalisi
Mahathir Mohammad Mundur, Politik Malaysia Terombang-ambing Dalam Ketidakjelasan
PM Malaysia Mahathir Mohamad Mengundurkan Diri

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami