Pendiri Wikileaks bakal tinggal di Kedubes Ekuador setahun lagi

Pendiri Wikileaks bakal tinggal di Kedubes Ekuador setahun lagi
Pendiri Wikileaks Julian Assange sedang berada di Ibu Kota London, Inggris. (©Reuters)
DUNIA | 1 September 2012 12:40 Reporter : Aryo Putranto Saptohutomo

Merdeka.com - Julian Assange, pendiri situs pembocor rahasia Wikileaks, menyatakan mungkin bakal tinggal di Kedutaan Besar Ekuador di Ibu Kota London, inggris, setahun lagi. Dia sembunyi sejak Juni lalu demi menghindari proses ekstradisi oleh pemerintah Inggris kepada Swedia.

BBC melaporkan, Sabtu (1/9), Assange mengatakan itu dalam wawancara dengan sebuah stasiun televisi Ekuador, Telesur. Dia masih yakin persoalan ini bakal selesai lewat jalan diplomasi. "Menurut perhitungan, saya pikir masalah ini bakal selesai dalam waktu enam sampai 12 bulan," kata Assange.

Namun, Menteri Luar Negeri Inggris William Hague mengatakan sampai saat ini dia belum melihat ada solusi buat memecahkan masalah ini.

Assange menilai kasus dituduhkan kepada dia diperkarakan oleh pemerintah Swedia hanya skenario belaka. Dia masih tetap menyangkal telah melakukan pelecehan seksual kepada dua perempuan di negara itu. "Saya merasa pemerintah Swedia bakal mencabut perkara itu," ujar Assange.

Juni lalu Assange mengungsi di Kedutaan Ekuador demi menghindari ekstradisi ke Swedia. Dia dianggap melakukan pemerkosaan dan penyerangan terhadap dua orang perempuan relawan Wikileaks dan melakukan pelecehan seksual saat memberikan kuliah di Stockholm, Swedia. Pendiri Wikilieaks itu langsung menyangkal tuduhan itu dan menganggap hal itu hanya akal-akalan buat menangkap dia.

Assange terpaksa melakukan itu setelah pengajuan bandingnya atas ekstradisi ditolak Mahkamah Agung Inggris. Dia juga menolak penyelidik dari Swedia memeriksa dia di dalam kedutaan Ekuador.

Assange mendirikan situs pembocor berita kawat diplomatik Wikileaks dua tahun lalu dan membuat gempar dunia, terutama Amerika Serikat. Mereka banyak menyadap dan menampilkan berbagai pesan rahasia dari berbagai kedutaan. Dia khawatir jika sampai di ekstradisi ke Swedia maka akan dicokok pemerintah Amerika Serikat.

(mdk/fas)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami