Varian Baru Virus Corona XE Muncul di Inggris, Apa Kata Ahli dan Seberapa Berbahaya?

Varian Baru Virus Corona XE Muncul di Inggris, Apa Kata Ahli dan Seberapa Berbahaya?
Ilustrasi virus corona. ©2020 Merdeka.com/liputan6.com
DUNIA | 5 April 2022 14:14 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Varian baru Covid-19 teridentifikasi di Inggris, tapi para ahli mengatakan belum ada alasan untuk mewaspadainya.

Varian baru ini, yang dikenal sebagai XE, merupakan kombinasi varian Omicron asli BA.1 dan subvariannya BA.2. Jenis kombinasi ini dikenal sebagai varian "rekombinan".

Ahli kesehatan masyarakat mengatakan varian rekombinan ini sangat umum dan kerap muncul dan menghilang dengan sendirinya.

"Saat ini, benar-benar tidak ada kekhawatiran kesehatan masyarakat," kata ahli epidemiologi dan kepala pegawai inovasi Rumah Sakit Anak Boston, Dr John Brownstein, dikutip dari laman ABC News, Selasa (5/4).

"Varian rekombinan terjadi berulang-ulang. Faktanya, alasan bahwa ini merupakan varian rekombinan XE adalah kita telah memiliki XA, XB, XC, XD, dan tidak ada satu pun dari mereka yang mengkhawatirkan."

Badan Keamanan Kesehatan Inggris (HSA) pekan lalu menyampaikan, 637 kasus varian XE diidentifikasi sampai 22 Maret, di mana deteksi paling awal ditemukan pada 19 Januari.

Indikasi awal dari Inggris menyatakan XE bisa jadi sedikit lebih menular daripada BA.2, tapi WHO mengatakan diperlukan penelitian lebih lanjut.

Sementara itu, XE mencakup lebih dari 1 persen total kasus Covid-19 yang melalaui pengurutan genom di Inggris, dan tidak ada bukti yang menyatakan varian ini bisa menghindari vaksin, menyebabkan penyakit yang lebih parah, atau lebih mematikan.

Sejauh ini, tidak ada kasus XE yang dilaporkan di negara lain, termasuk di AS.

Brownstein mengatakan, masih ada banyak pertanyaan yang belum terjawab seputar XE. Tapi dia mengatakan di AS, ada perlindungan tingkat tinggi baik dari vaksin maupun dari kekebalan alami selama gelombang Omicron.

"Kemungkinan ia bisa jadi lebih menular, tapi itu bukan berarti lebih parah," ujarnya.

"Dan mengingat angka infeksi yang kecil yang kita lihat pada Omicron, benar-benar belum jelas apakah menjadi sedikit lebih menular berarti kita akan melihat dampak dari varian ini."

Brownstein mengatakan, salah satu alasan Inggris bisa mengidentifikasi varian ini dengan cepat karena sistem pengawasan yang kuat.

Menurut database global GISAID, Inggris telah mengumpulkan lebih dari 1 juta sampel Omicron untuk pengawasan genom, sementara AS mengumpulkan lebih dari 781.000 sampel.

"Jadi Anda bisa lihat identifikasi XE sebenarnya hal yang positif karena itu menunjukkan sistem kesehatan masyarakat kita bekerja, mengidentifikasi varian baru bahkan ketika angka kasus sangat kecil," jelas Brownstein.

2 dari 2 halaman

Jaga prokes

WHO merilis laporannya, mengatakan pihaknya memantau XE, tapi belum ada bukti XE merupakan varian yang mengkhawatirkan atau variant of concern seperti Alpha, Delta, dan Omicron.

"WHO akan terus memantau dengan cermat dan menilai risiko kesehatan masyarakat berkaitan dengan varian rekombinan dan akan memberikan update secepat ketika bukti telah tersedia," jelas WHO dalam laporannya yang diterbitkan pada 29 Maret.

Brownstein mengatakan varian virus corona akan terus muncul, tapi penting bagi masyarakat tetap mengikuti tindakan pencegahan atau protokol kesehatan sehingga varian baru tidak punya kesempatan untuk menyebar.

HSA Inggris mengatakan pihaknya juga memantau dua varian rekombinan lainnya yang dikenal sebagai XD dan XF, keduanya merupakan kombinasi varian Delta dan BA.1.

Sampai saat ini, hanya ada 38 kasus XF yang ditemukan di Inggris dan tidak ada temuan sejak pertengahan Februari. Sementara itu dalam database global, ditemukan 49 kasus varian XD, sebagian besar di Prancis.

Baca juga:
Varian Omicron XE, 10 Persen Lebih Menular
Satgas: Pembahasan Endemi Dilakukan jika Tak Ada Lonjakan Covid-19 usai Lebaran
Mengukur Pengendalian Covid-19 di RI dengan Indikator WHO, Sudah Berhasil?
Pasien Covid-19 di Wisma Atlet Tersisa 127 Orang pada 5 April 2022
Bioskop Boleh Dibuka di Daerah PPKM Level 1-2, Kapasitas Maksimal 70 Persen
Supermarket dan Pasar di Daerah PPKM Level Satu Diizinkan Beroperasi 100%
Komisi IX DPR Minta Pemerintah Beri Vaksin Booster Halal untuk Pemudik

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami