7 Manfaat Fitonutrien pada Tubuh, Senyawa Alami yang Penting bagi Kesehatan

7 Manfaat Fitonutrien pada Tubuh, Senyawa Alami yang Penting bagi Kesehatan
ilustrasi buah dan sayur. eu.isafyi.com
JABAR | 14 Agustus 2022 17:00 Reporter : Andre Kurniawan

Merdeka.com - Fitonutrien, atau fitokimia, adalah bahan kimia atau senyawa alami yang diproduksi oleh tanaman. Mereka menjaga tanaman tetap sehat, dan melindungi mereka dari serangga dan matahari.

Fitonutrien memiliki efek menguntungkan pada tubuh dan dapat berperan untuk mencegah dan bahkan mengobati penyakit. Meskipun diperkirakan ada puluhan ribu fitokimia, hanya sejumlah kecil yang telah diisolasi dan diuji.

Jenis fitonutrien antara lain adalah karotenoid, flavonoid, isothiocyanate, glukosinolat, dan banyak lagi. Nutrisi ini memiliki efek yang berkisar dari antioksidan hingga agen anti-inflamasi dan sifat yang mungkin bersifat neuroprotektif, dan memberikan dukungan untuk kekebalan, mengatur hormon, dan banyak lagi.

Sumber dari fitonutrien tak terbatas pada buah dan sayuran. Teh, sereal utuh, kacang-kacangan, hingga rempah-rempah juga bisa menjadi sumber fitonutrien yang baik. Dan menariknya, banyak dari fitonutrisi ini menjadi pemberi warna atau bau pada makanan.

Makanan yang mengandung fitokimia biasanya akan sangat berwarna, meskipun makanan berwarna putih seperti bawang merah, bawang putih, dan minyak zaitun juga kaya akan nutrisi ini.

Dikutip dari verywellfit.com, fitonutrien memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan dan mencegah penyakit. Beberapa manfaat fitonutrien tersebut telah kami rangkum sebagai berikut.

2 dari 4 halaman

Melawan Stres Oksidatif

Manfaat fitonutrien yang pertama adalah untuk melawan stres oksidatif. Beberapa fitokimia berfungsi sebagai antioksidan dalam tubuh. Radikal bebas adalah molekul yang tidak stabil dan sangat reaktif yang dihasilkan oleh racun (karsinogen) di lingkungan dan proses metabolisme normal di dalam tubuh.

ilustrasi tubuh sehat

Shutterstock/Valeriy Lebedev

Jika dibiarkan, radikal bebas dapat merusak DNA dan komponen sel lainnya. Kerusakan oksidatif pada DNA dan mutasi berikutnya adalah awal dari kanker dan banyak kondisi lainnya. Antioksidan menetralisir radikal bebas ini, dan mencegah kerusakan yang diakibatkannya.

Mengurangi Peradangan

Manfaat fitonutrien yang kedua yaitu untuk mengurangi peradangan. Banyak fitonutrien dapat mengurangi peradangan dalam tubuh. Meski peradangan sendiri adalah respons alami tubuh terhadap kerusakan, peradangan kronis telah dikaitkan dengan banyak kondisi medis mulai dari penyakit jaringan ikat hingga kanker.

3 dari 4 halaman

Meningkatkan Imunitas

Manfaat fitonutrien yang ketiga yakni untuk tingkatkan imunitas. Beberapa fitonutrien mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh dan dapat memiliki efek spesifik. Misalnya, beberapa bertindak sebagai agen anti-mikroba, mengurangi kemungkinan bakteri atau virus patologis (berbahaya) akan membelah dan tumbuh di dalam tubuh.

Fitonutrien juga dapat membantu memodulasi sistem kekebalan, membantu menjaga keseimbangan antara sistem kekebalan yang terlalu aktif (yang dapat menyebabkan penyakit autoimun) dan sistem kekebalan yang kurang aktif (yang dapat mempengaruhi infeksi atau kanker).

Melindungi Otak

Manfaat fitonutrien yang keempat adalah untuk melindungi otak. Studi terbaru telah menemukan bukti efek neuroprotektif dengan beberapa fitonutrien pada orang yang memiliki kondisi seperti penyakit Alzheimer dan penyakit Parkinson.

Fitonutrien yang dimaksud termasuk seperti epigallocatechin-3-galate, berberin, kurkumin, resveratrol, quercetin dan limonoid. Namun, masih diperlukan lebih banyak penelitian untuk khasiat ini.

4 dari 4 halaman

Mencegah Kanker

Manfaat fitonutrien yang kelima untuk cegah kanker. Beberapa fitonutrien dapat membantu dalam perbaikan DNA (memperbaiki gen yang bermutasi yang menyebabkan kanker), memperlambat pertumbuhan tumor, atau memfasilitasi apoptosis (proses kematian sel yang menghilangkan sel-sel abnormal).

Beberapa nutrisi bermanfaat yang terlibat antara lain adalah kurkumin (komponen kunyit), proanthocyanidins (ditemukan dalam buah beri dan pistachio), dan capsaicin (ditemukan dalam cabai merah dan cabai).

Mengurangi Efek Penuaan

Manfaat fitonutrien yang selanjutnya yaitu untuk mengurangi efek penuaan. Beberapa fitokimia telah menunjukkan kemungkinan efek anti-penuaan dalam setidaknya beberapa uji klinis dan berbagai mekanisme. Beberapa yang lebih umum termasuk resveratrol, epicatechin, quercetin, curcumin, dan allicin.

Membantu Mengobati Penyakit

Sebagian besar penelitian berfokus pada kemampuan fitonutrien untuk menjaga kesehatan atau mencegah penyakit. Para peneliti sekarang mencoba untuk menentukan apakah fitonutrien ini dapat membantu mengobati penyakit.

Senyawa ini dapat memberikan tambahan yang jauh lebih terjangkau untuk pengobatan dengan efek samping yang lebih rendah dibanding terapi tradisional. Sementara penelitian ini masih baru, penelitian awal telah menemukan beberapa fitokimia yang dapat membantu melawan kanker, seperti phloretin dalam pir dan epigallocatechin-3-gallate (EGCG) dalam quercetin teh hijau dalam caper.

(mdk/ank)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini