Peristiwa 4 Agustus 1821: Lahirnya Louis Vuitton, Perancang Terkenal Asal Prancis

Peristiwa 4 Agustus 1821: Lahirnya Louis Vuitton, Perancang Terkenal Asal Prancis
Louis Vuitton. dw.com
JABAR | 4 Agustus 2022 05:00 Reporter : Andre Kurniawan

Merdeka.com - Bagi orang yang suka memperhatikan fesyen, tentu sudah tak asing dengan nama Louis Vuitton. Nama ini dikenal sebagai merek terkenal dengan produk-produk yang eksklusif.

Dibanding mengeluarkan produk secara massal seperti merek-merek lain, Louis Vuitton lebih suka merilis produknya dengan jumlah terbatas. Inilah yang menjadi salah satu daya tarik dari merek ternama Louis Vuitton.

Louis Vuitton diambil dari nama seorang perancang terkenal asal Prancis, yang memiliki nama serupa, Louis Vuitton. Lahir pada 4 Agustus 1821, nama Louis Vuitton terbukti masih bertahan hingga kini, bahkan di kalangan kelas atas.

Siapa sebenarnya Louis Vuitton? Berikut kami sampaikan biografi singkatnya yang dilansir dari biography.com.

2 dari 5 halaman

Masa Muda

Vuitton lahir pada 4 Agustus 1821, di Anchay, sebuah dusun kecil di wilayah Jura yang bergunung-gunung dan berhutan lebat di Prancis timur. Berasal dari keluarga kelas pekerja yang sudah lama ada, nenek moyang Vuitton adalah tukang kayu, petani, dan pembuat topi. Ayahnya, Xavier, adalah seorang petani, dan ibunya, Coronne Gaillard, adalah seorang pembuat topi.

Ibu Vuitton meninggal ketika dia baru berusia 10 tahun, dan ayahnya kemudian menikah lagi. Ibu tiri Vuitton disebut sama jahatnya dengan yang ada dalam dongeng Cinderella. Dimusuhi oleh ibu tirinya dan bosan dengan kehidupannya di Anchay, Vuitton memutuskan untuk melarikan diri ke ibu kota Paris.

Pada usia 13 tahun, Vuitton meninggalkan rumah sendirian dan berjalan kaki menuju Paris. Dia melakukan perjalanan selama lebih dari dua tahun, mengambil pekerjaan sambilan untuk makan dan tinggal di tempat di mana dia bisa berlindung.

Dia tiba pada tahun 1837, saat usianya telah menginjak 16 tahun, di sebuah ibu kota di tengah-tengah revolusi industri.

3 dari 5 halaman

Kebangkitan Vuitton

Vuitton muda bekerja magang di bengkel pembuat koper sukses bernama Monsieur Marechal. Di Eropa abad ke-19, pembuatan koper adalah kerajinan yang sangat terhormat. Pembuat koper akan membuat semua wadah agar sesuai dengan barang yang ingin mereka simpan.

Pada 2 Desember 1851, 16 tahun setelah Vuitton tiba di Paris, Louis-Napoleon Bonaparte melakukan kudeta. Tepat satu tahun kemudian, ia mengambil alih gelar Kaisar Prancis dengan nama agung Napoleon III. Pembentukan kembali Kekaisaran Prancis di bawah Napoleon III terbukti sangat menguntungkan bagi Vuitton.

Istri Napoleon III, Permaisuri Prancis, bernama Eugenie de Montijo, merupakan seorang Countess Spanyol. Setelah menikahi Kaisar, dia mempekerjakan Vuitton sebagai pembuat koper dan pengepak pribadinya. Dia menjadi pintu gerbang bagi Vuitton menuju klien kelas elit dan kerajaan yang nantinya akan menggunakan jasanya selama hidupnya.

4 dari 5 halaman

Mendirikan Bisnis Sendiri

Pada tahun 1854, Vuitton bertemu dengan seorang gadis cantik berusia 17 tahun bernama Clemence-Emilie Parriaux. Kemudian Vuitton dan Parriaux menikah pada musim semi, di tanggal 22 April 1854. Beberapa bulan setelah pernikahannya, Vuitton meninggalkan toko Monsieur Marechal dan membuka bengkel pembuatan koper dan pengemasannya sendiri di Paris.

Pada tahun 1858, empat tahun setelah membuka tokonya sendiri, Vuitton memulai debutnya dengan ide yang baru. Alih-alih kulit, dia membuat produknya yang terbuat dari kanvas abu-abu yang lebih ringan, lebih tahan lama, dan lebih tahan air.

louis vuitton
hautehistory.co.uk

Namun, nilai jual utamanya adalah bahwa tidak seperti koper sebelumnya, yang berbentuk kubah, koper Vuitton berbentuk persegi panjang, sehingga dapat ditumpuk dan jauh lebih nyaman untuk pengiriman melalui sarana transportasi baru seperti kereta api dan kapal uap. Banyak orang yang menganggap koper Vuitton sebagai kelahiran koper modern.

5 dari 5 halaman

Merek Mewah

Namun, pada tahun 1870, bisnis Vuitton terganggu oleh pecahnya Perang Prancis-Prusia dan pengepungan Paris, yang menyebabkan perang saudara berdarah dan menghancurkan Kekaisaran Prancis. Ketika pengepungan berakhir pada 28 Januari 1871, Vuitton kembali ke Asnieres untuk menemukan desa dalam reruntuhan, stafnya bubar, peralatannya dicuri dan tokonya hancur.

Menunjukkan semangat yang kuat, Vuitton segera mengabdikan dirinya untuk memulihkan bisnisnya. Dalam beberapa bulan dia telah membangun toko baru di alamat baru, 1 Rue Scribe. Dengan kelahiran kembali bisnisnya, muncul fokus baru pada produknya, yaitu kemewahan.

Terletak di jantung kota Paris yang baru, Rue Scribe adalah rumah bagi Klub Jockey yang bergengsi dan memiliki nuansa yang lebih aristokrat daripada lokasi Vuitton sebelumnya di Asnieres. Pada tahun 1872, Vuitton memperkenalkan desain koper baru yang menampilkan kanvas krem dan garis-garis merah. Desain baru yang sederhana, namun mewah, menarik bagi elit baru Paris dan menandai awal inkarnasi modern label Louis Vuitton sebagai merek mewah.

(mdk/ank)

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini